Suratan Makna: Ilmu Jiwa Belajar
Showing posts with label Ilmu Jiwa Belajar. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Jiwa Belajar. Show all posts

Usaha–Usaha Mengatasi Kesulitan Belajar

Posted by Unknown Thursday, November 29, 2012 0 Comment/s
Usaha-Usaha mengatasi Kesulitan Belajar
Tugas pendidik atau guru adalah mempersiapkan generasi bangsa agar mampu menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya dikemudian hari sebagai khalifah Allah di bumi. Dalam menjalankan tugas ini pendidikan berupaya mengembangkan potensi (fitrah) sebagai anugrah Allah yang tersimpan dalam diri anak, baik yang bersifat jasmaniah maupun ruhaniah, melalui pembelajaran sebuah pengetahuan, kecakapan, dan pengalaman berguna bagi hidupnya. Dengan demikian pendidikan yang pada hakekatnya adalah untuk memanusiawikan manusia memiliki arti penting bagi kehidupan anak. Hanya pendidikan yang efektif yang mampu meningkatkan kualitas hidup dan mengantarkan anak survive dalam hidupnya.
Beberapa cara mengatasi kesulitan dalam belajar dapat dilakukan dengan cara belajar yang efektif dan efisien. Cara demikian merupakan problematika yang perlu mendapatkan perhatian cukup serius. Orang tua dan Guru Kelas kerap kali memberikan saran-saran kepada siswa agar rajin belajar karena rajin adalah pangkal cerdas. Orang cerdas akan mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan perkembangan zaman yang serba kompleks.

Belajar: Jenis-Jenis dan Kesulitannya

Posted by Unknown 0 Comment/s
E.   Jenis-Jenis Belajar
Belajar: Jenis-Jenis dan Kesulitannya
1.      Belajar Abstrak : Belajar dengan menggunakan cara – cara berfikir abstrak. Tujuan : pemecahan masalah – masalah yang tidak nyata.
2.      Belajar Ketrampilan : menggunakan gerakan – gerakan motorik. Tujuan : penguasaan keterampilan jasmaniah tertentu
3.      Belajar sosial ; Memahami masalah dan teknik pemecahan masalah sosial. Tujuan : mengatur dorongan nafsu pribadi demi kepentingan bersama.
4.      Belajar Pemecahan Masalah : mengunakan metode ilmiah, berfikir sistematis, teratur, dan teliti. Tujuan : perolehan kemampuan dan kecakapan kognitif.
5.      Belajar apresiasi : Belajar mempertimbangkan arti penting atau nilai, seni, bahasa dan lain – lain
6.      Belajar Kebiasaan : Pembentukan dan perbaikan kebiasaan yang ada. Tujuan : perolehan kebiasaan – kebiasaan yang positif
7.      Belajar Pengetahuan : Penyelidikan yang mendalam terhadap obyek pengetahuan tertentu
8.      Belajar Rasional : Berfikir logis dan rasional. Tujuan : rational Problem Solving

Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Belajar

Posted by Unknown 0 Comment/s
Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Belajar
1.      Faktor Internal Siswa
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. Faktor-faktor internal ini meliputi faktor fisiologis dan faktor psikologis.
a)         Fisiologis
Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. Faktor-faktor ini dibedakan menjadi dua macam:
Pertama, keadaan tonus jasmani. Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang. kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. Sebaliknya, kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. Oleh karena itu keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar, maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani.

Belajar: Aktifitas dan Teori

Posted by Unknown 0 Comment/s
A.    Definisi
Belajar: Aktifitas dan TeoriBanyak definisi para ahli terkait apa yang dimaksud dengan belajar, di antaranya yaitu apa yang dikemukakan berikut ini:
1.      Menurut Aliran Behaviorisme (BF. Skiner, Pavlov, dan Guthrie): Proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. Adaptasi akan optimal jika ada reinforcement. Timbulnya tingkah laku adalah karena adanya hubungan antara stimulus dan respons.
2.      Menurut Chaplin dalam Dictionary of Psychology: Perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat dari latihan dan pengalaman
3.      Menurut M. Sobry Sutikno dalam bukunya yang berjudul Menuju Pendidikan Bermutu (2004), mengartikan belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.