Suratan Makna: STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku
Showing posts with label STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku. Show all posts
Showing posts with label STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku. Show all posts

STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku

Posted by Unknown Saturday, June 16, 2012 125 Comment/s
Bismillaahirrahmaanirrahiim, 

     Alhamdulillah, kawan. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba mengangkat sebuah judul terkait di mana keberadaan saya yang tengah bersemayam sekarang. Bukannya tanpa alasan, kenapa saya memilih judul STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku sebagai trending topic kali ini. Kebetulan saja, setelah sekian lama saya bergumul dengan forum macam ini ada kontes SEO yang diadakan BEM kampus yang dipikir-pikir secara tidak langsung memberi faedah menyadarkan diri saya untuk menyempatkan buat tulisan yang khusus membahas STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku.

Hemat saya, dipikir-pikir kapan lagi (dotkom) coba saya bisa meluangkan waktu dan menuangkan pikiran yang secara langsung ngomongin STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku. Mungkin pernah sih kalau nyinggung-nyinggung dikit di postingan yang pernah saya muat. Tapi, ya dikit.
     Maka dari itu sekaranglah saatnya buat saya untuk tampil dan unjuk gigi (*cling) mengabarkan kepada semua blogger yang terdampar di dermaga blog saya agar mengetahui bahwa di tengah bergulirnya peradaban dunia zaman sekarang terdapat sebuah kampus yang bervisikan jauh ke depan, tepatnya "Menjadi Perguruan tinggi yang unggul dalam menghasilkan kader-leader dan profesional". STAI Luqman al-Hakim Hidayatullah Surabaya, itulah kampus yang saat ini tengah gencar-gencarnya melakukan program regenerasi kader yang matang berjuang di tengah masyarakat zaman sekarang yang notabene sedang terseret arus modernitas dunia.

Sejarah
     Pada awal berdirinya, STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku bernama PTI (Pendidikan Tinggi Islam) yang didirikan pada Tahun 1994. Ketika itu perkuliahan berjalan dengan menggunakan 100% kurikulum sendiri dan belum mendapatkan status Terdaftar. Kurikulum tersebut dirancang untuk mencetak kader da’i yang siap diterjunkan ke cabang-cabang untuk membina umat di daerahnya.
     Melihat perkembangan zaman, tuntutan sosial dan prospek out put mahasiswa, serta peluangnya untuk dapat mengikuti program pendidikan yang lebih tinggi (S2 & S3) mengharuskan PTI pada tahun 1997 berubah namanya menjadi STAIL (Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al Hakim), dan berusaha untuk mendapatkan status terdaftar serta berafiliasi ke Depag. Dengan asumsi bahwa program pengkaderan tetap dominan, dan mahasiswa sekaligus mendapatkan materi perkuliahan yang berisi kurikulum nasional.
 
Proses Pengkaderan
     Berawal dari perjuangan di tahun pertama, mahasiswa baru ditempatkan di sebuah daerah yang terkenal persis gersangnya. Di sebuah bukit kukusan yang terkenal aktifitas tambang kapurnya, terletak tepat di Panceng, Gresik mereka mesti menjalani berbagai macam kegiatan perkuliahan dan sekaligus pengkaderan dengan sistem yang ketat dalam suasana boarding school. Bangun tidur pukul dua dini hari, merekapun pergi mengambil air wudlu kemudian bersungkur guna mempertebal daya spiritualitas melalui shalat lail. Rutinitas kebutuhan shalat lima waktu mereka jalankan dengan penuh disiplin dan keseriusan. Berjama'ah dan tanpa masbuk. SubhanAllah. Berlanjut pada program yang lain, mahasiswa aktif menjalani kegiatan peduli lingkungan dengan agenda seperti perbaikan akses jalan keluar masuk kampus Panceng, penataan lapangan kampus, pemeliharaan tempat pemandian warga sekitar kampus, dan lain-lain.
     Setelah lulus uji "emisi" selama satu tahun, mahasiswa pun "turun bukit" menuju kilaunya gemerlap kota Surabaya. Terletak di Surabaya Timur, STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku persis bersebelahan dengan kampus elit ITS. Di Surabaya, mahasiswa melanjutkan studinya dengan tidak mudah. Tidak jarang mereka dihadapkan dengan urusan luar kampus yang dapat meng-upgrade kapabilitas mereka sebagai mahasiswa atau bahkan malah menjerumuskan keadaannya pada hal yang negatif. Terkait dengan berbedanya situasi sistem antara kampus Panceng dengan Surabaya yang berjalan.

Arena Sesungguhnya
     Singkat cerita, 3 tahun sudah mahasiswa STAIL menjalani studinya di Surabaya, karir profesional telah menanti mereka. Tersebar di seluruh penjuru Nusantara, mahasiswa siap terjun di arena yang sesungguhnya. Secara langsung, mahasiswa yang sekarang menjadi da'i akan menghadapi situasi pelik nan kompleks masyarakat negeri.
     Baik, begitulah kawan, sedikit ulasan profil STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku yang tercinta. Semoga penuh manfaat.  Mengingat pengalaman saya jika berbincang dengan temen mahasiswa luar, kemudian ketika di tengah perbincangan tidak jarang dialog semacam ini akan muncul.
     "Antum mahasiswa mana, akhiy?"
     "Hm, ana mahasiswa ITS"
     "Oh,,"
     "Kalau antum sendiri dari mana?"
     "Kalau ana dari STAIL"
     "Hh, STAIL? yang di mana itu?"
     "(Gubrakk, gak tahu STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku)"
     Nah, potongan dialog semacam itulah yang kurang saya kehendaki. Memang, saya kudu realistis juga sih jika kampus saya belum setenar kampus tetangga atau kampus sekitar Surabaya lainnya. Mungkin, rekor jam terbangnya saja yang kurang. Tapi, sebenarnya STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku juga cukup banyak berpartisipasi dalam acara-acara kampus luar, dan penyelenggaraan acara tertentu yang melibatkan kampus luar pun juga pernah STAIL adakan. Namun, apa daya. Beginilah kenyataannya. Tidak mengapa.
     Kami masih harus berjuang,, berjuang demi STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku..!! []