Berkatalah yang Baik atau Diam | Suratan Makna

Berkatalah yang Baik atau Diam

Posted by ridwan yahya Monday, June 13, 2011 10 Comment/s
Kita yang sudah terbiasa pada sebuah lingkungan yang menjunjung tinggi nilai etika, sopan santun, dan akhlaq-karimah mungkin kan merasa risih atau tidak betah sama sekali ketika suatu ketika harus berada pada lingkungan yang sebaliknya. Satu sama lain kita telah mengenal siapa teman kita meskipun hanya sebatas tahu namanya saja atau hanya tidak selalu bersama dengannya.

Pada lingkungan tersebut, kita dikagetkan dengan keadaan yang tidak kita kehendaki, sebutlah saling mengolok. Mungkin tidak apa-apa kalau yang diolok itu orang yang menganggapnya guyon dan biasa-biasa aja. Tapi, bagaimana keadaannya jika yang diolok itu tidak menerimanya. Hatinya tersinggung dan tentunya sakit hati pula. Terlebih lagi yang mengolok santai-santai saja, merasa tidak berdosa sama sekali dan tidak perlu ada kata minta maaf keluar dari mulut pengolok itu.

Berbagai julukan namapun disematkan kepada seseorang oleh temannya yang lain. Lebih mending kalau julukan itu bergelar baik-baik, tapi ini sebaliknya, sebutan tersebut hanya bermaksud untuk merendahkan, menghina, mengolok, dan menertawakan di atas penderitaan hati yang tersinggung. sakit hati. 

Keadaan semacam itu mungkin kita alami pada sebuah komunitas, organisasi, lembaga, bahkan kelompok kecil sekalipun. Kita yakin pada lingkungan di atas mendambakan sebuah persatuan yang erat demi mencapai tujuan pada masing-masing lingkungan yang terorganisir. Namun, bagaimana situasinya jika di tubuh (katakan) organisasi terdapat kecacatan ukhuwah? terdapat hati yang tersakiti pada awak sebuah organisasi. Keguncangan dan ketidakseimbanganlah yang akan dirasakan.

Hadits yang terkait dengan topik di atas layaknya menjadi cerminan bagi kita untuk berintrospeksi betul-betul. 

Dari Abu Hurairah ra. berkata, Nabi saw. bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Gambar:
http://yantisinau.blogspot.com/2011/11/diamku-karena-tak-ingin-menyakiti.html
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA

Judul : Berkatalah yang Baik atau Diam
Ditulis Oleh : ridwan yahya
Rating Blog : 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://suratanmakna.blogspot.com/2011/06/berkatalah-yang-baik.html. Sekali lagi terima kasih sudah singgah membaca artikel ini. ^_^

10 Comment/s:

Ladida said...

yaah, meskipun hanya sebuah nama akrab, namun kalo berkesan tidak baik ya jgn dilakukan :D

krn nama juga sebuah doa,, hehe iya bukan ya? kata ayah saya sperti itu =))

Bluewendy said...

:D diam lebih baik drpda berkata2

nC said...

ya, dan banyak keturunan adam yg tergelincir kr neraka karena lidahnya

Kumpulan Info Terbaru said...

tp diamnya wanita yang dipinang bertanda oke gan

miSs_caCtuS^^ said...

diam itu tanda hormat, diam itu tanda org berfikir, diam itu tnda org yang tdak gelojoh.. maka berfikirlah msak2 sberlum berkta2.. (ini pesanan buat diri ana dan sahabat2)

d@nte said...
This comment has been removed by the author.
Abdul Rahman Saleh said...

nice post .., thank

muarra said...

bener bgt tu, bnyak bgt yang asal ngomong tp kata2nya mnyakitkan,, lbih baik diam daripda ngomong yg ga jlas,,

Tamam said...

pasti dari pengalaman nih.
kunjungan kawan..

Rojak Punya said...

Terima kasih share entry yang menarik ni.