Suratan Makna: 2012

Manajemen Konflik dan Negosiasi

Posted by ridwan yahya Thursday, November 29, 2012 3 Comment/s
A.    Abstrak
Manajemen Konflik & Negosiasi
Sudah menjadi sebuah dinamika jika konflik terjadi pada suatu ruang tertentu yang di dalamnya menuntut suatu unit untuk terlibat. Dalam organisasi yang terdiri dari berbagai jenis orang, dimungkinkan ada suatu persaingan yang terjadi dalam bentuk kewajaran atau tidak itu sangat sulit. Sebab yang dinamakan persaingan meskipun dinamakan persaingan sehat pada dasarnya dapat pula mengarah dan dapat menyebabkan terjadinya konflik. Persaingan sehat yang terjadi dalam suatu organisasi diharapkan dapat menimbulkan efek yang mengarah pada positif. Dimana pihak-pihak yang ada di dalamnya ditekankan agar berperilaku sportif.
Pada dasarnya konflik yang masih lemah tidak akan berdampak negatif dan tidak akan banyak merugikan. Hanya saja antara pihak berkonflik kurang enak untuk berkomunikasi secara langsung. Sedangkan dalam persaingan sehat ketegangan-ketegangan itu tidak akan terjadi.
Apabila sistem komunikasi dan informasi tidak memenuhi sasarannya, timbullah salah paham atau orang tidak saling mengerti. Selanjutnya hal ini akan menjadi salah satu sebab timbulnya konflik atau pertentangan dalam sebuah organisasi.

Pergerakan Salafi

Posted by ridwan yahya 1 Comment/s
ABSTRAKSI

Pergerakan SalafiSalafi adalah manhaj (metode beragama), kita lebih biasa menyebutnya sebagai Jama’ah Salafiyin. Kaum Salafiyyun pada hakikatnya tidak pernah menjadi satu jama’ah atau kelompok saja. Istilah Salafiyyun adalah terminologi baru yang sulit diketahui kapan mulai tersebarnya. Sebelumnya, salafi bukan merupakan sebuah madzhab dan ia juga bukan kelompok terorganisasi. Ia merupakan semangat yang menyebar ke dunia Islam semenjak masa tabiin.
Ada yang bisa kita petik di sini terkait persamaan gerakan Salafi dengan Hidayatullah. Dari keduanya, terdapat hasrat untuk mengamalkan Islam secara utuh dan nyata dengan totalitas yang benar-benar, serta dari semuanya itu sesuai dengan apa yang telah dituntunkan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.
Disamping itu terdapat pula perbedaan yang cukup mencolok di antara keduanya, yaitu terkait dengan struktur keorganisasiannya. Jika Hidayatullah yang strukturnya jelas (ada ketua sampai ke bawah), berbeda dengan Salafi yang hakikatnya mereka sendiri bukanlah organisasi sama sekali.

Usaha–Usaha Mengatasi Kesulitan Belajar

Posted by ridwan yahya 0 Comment/s
Usaha-Usaha mengatasi Kesulitan Belajar
Tugas pendidik atau guru adalah mempersiapkan generasi bangsa agar mampu menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya dikemudian hari sebagai khalifah Allah di bumi. Dalam menjalankan tugas ini pendidikan berupaya mengembangkan potensi (fitrah) sebagai anugrah Allah yang tersimpan dalam diri anak, baik yang bersifat jasmaniah maupun ruhaniah, melalui pembelajaran sebuah pengetahuan, kecakapan, dan pengalaman berguna bagi hidupnya. Dengan demikian pendidikan yang pada hakekatnya adalah untuk memanusiawikan manusia memiliki arti penting bagi kehidupan anak. Hanya pendidikan yang efektif yang mampu meningkatkan kualitas hidup dan mengantarkan anak survive dalam hidupnya.
Beberapa cara mengatasi kesulitan dalam belajar dapat dilakukan dengan cara belajar yang efektif dan efisien. Cara demikian merupakan problematika yang perlu mendapatkan perhatian cukup serius. Orang tua dan Guru Kelas kerap kali memberikan saran-saran kepada siswa agar rajin belajar karena rajin adalah pangkal cerdas. Orang cerdas akan mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan perkembangan zaman yang serba kompleks.

Belajar: Jenis-Jenis dan Kesulitannya

Posted by ridwan yahya 0 Comment/s
E.   Jenis-Jenis Belajar
Belajar: Jenis-Jenis dan Kesulitannya
1.      Belajar Abstrak : Belajar dengan menggunakan cara – cara berfikir abstrak. Tujuan : pemecahan masalah – masalah yang tidak nyata.
2.      Belajar Ketrampilan : menggunakan gerakan – gerakan motorik. Tujuan : penguasaan keterampilan jasmaniah tertentu
3.      Belajar sosial ; Memahami masalah dan teknik pemecahan masalah sosial. Tujuan : mengatur dorongan nafsu pribadi demi kepentingan bersama.
4.      Belajar Pemecahan Masalah : mengunakan metode ilmiah, berfikir sistematis, teratur, dan teliti. Tujuan : perolehan kemampuan dan kecakapan kognitif.
5.      Belajar apresiasi : Belajar mempertimbangkan arti penting atau nilai, seni, bahasa dan lain – lain
6.      Belajar Kebiasaan : Pembentukan dan perbaikan kebiasaan yang ada. Tujuan : perolehan kebiasaan – kebiasaan yang positif
7.      Belajar Pengetahuan : Penyelidikan yang mendalam terhadap obyek pengetahuan tertentu
8.      Belajar Rasional : Berfikir logis dan rasional. Tujuan : rational Problem Solving

Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Belajar

Posted by ridwan yahya 0 Comment/s
Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Belajar
1.      Faktor Internal Siswa
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. Faktor-faktor internal ini meliputi faktor fisiologis dan faktor psikologis.
a)         Fisiologis
Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. Faktor-faktor ini dibedakan menjadi dua macam:
Pertama, keadaan tonus jasmani. Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang. kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. Sebaliknya, kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. Oleh karena itu keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar, maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani.

Belajar: Aktifitas dan Teori

Posted by ridwan yahya 0 Comment/s
A.    Definisi
Belajar: Aktifitas dan TeoriBanyak definisi para ahli terkait apa yang dimaksud dengan belajar, di antaranya yaitu apa yang dikemukakan berikut ini:
1.      Menurut Aliran Behaviorisme (BF. Skiner, Pavlov, dan Guthrie): Proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. Adaptasi akan optimal jika ada reinforcement. Timbulnya tingkah laku adalah karena adanya hubungan antara stimulus dan respons.
2.      Menurut Chaplin dalam Dictionary of Psychology: Perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat dari latihan dan pengalaman
3.      Menurut M. Sobry Sutikno dalam bukunya yang berjudul Menuju Pendidikan Bermutu (2004), mengartikan belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Film Anti-Islam Dilarang Di Rusia

Posted by ridwan yahya Tuesday, October 2, 2012 3 Comment/s

Baru-baru ini sebuah pengadilan Rusia, Senin (1/10) memberikan sinyal untuk menutup sebuah situs berbagi video YouTube dengan cara melarang akses pemutaran film anti-Islam yang telah mengundang kemarahan dunia. Pengadilan Tverskoy Moskow yang menyatakan bahwa video ekstrimis yang dibuat di AS itu, sangat menghina Nabi Muhammad SAW.

Tinggalkan Ujian Mata Pelajaran Agama Demi Tawuran

Posted by ridwan yahya Monday, October 1, 2012 1 Comment/s
Tinggalkan Ujian Mata Pelajaran Agama Demi Tawuran
Aksi tawuran antarpelajar yang terjadi di Jakarta selatan pada hari senin yang lalu, ternyata tidak hanya menyita nyawa siswa yang terlibat saja. Namun, mereka malah rela meninggalkan ujian mata pelajaran agama yang semestinya mereka ikuti. Perbuatan tidak terpuji ini dilakukan oleh sejumlah siswa SMA 6 dan SMA 70 Jakarta pada hari Senin, 24 September 2012, yang akhirnya menewaskan seorang siswa SMA 6 yang bernama Alawy Yusianto Putra.

Yusril Siap Jadi Capres 2014

Posted by ridwan yahya Friday, September 28, 2012 9 Comment/s
Yusril Siap Jadi Capres 2014
Ketua Dewan Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra dinyatakan siap untuk maju dalam bursa pencalonan presiden pada Pilpres 2014 mendatang, hal itu ditegaskan oleh Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban yang memasukannya sebagai calon presiden. Menurutnya, Yusril dinilai berpihak pada rakyat dan sangat mumpuni untuk posisi tersebut.

"Pilih PBB dulu, setelah itu Pak Yusril akan dicalonkan oleh kami sebagai Presiden," ujar MS Kaban yang dikutip KOMPAS.com saat ditemui di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jum'at (7/9/2012), untuk mendaftarkan partainya sebagai calon peserta Pemilu 2014.

Awal Ramadlan Ditentukan Kemenag melalui Sidang Isbat

Posted by ridwan yahya Monday, July 2, 2012 11 Comment/s
Awal Ramadlan Ditentukan Kemenag melalui Sidang Isbat
Keputusan Menteri Agama dalam menentukan awal bulan Ramadlan akan ditempuh melalui sidang Isbat yang akan digelar di Kementerian Agama. Sidang tersebut akan digelar pada 19 atau 20 Juli 2012. Penetapan tersebut sebagaimana dikatakan Menteri Agama, Suryadharma Ali saat ditemui di Bengkulu usai membuka acara Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) ke-3 PPP Provinsi Bengkulu, Ahad (1/7).

Muslim dan Kristen Giliran Gunakan Gereja

Posted by ridwan yahya Monday, June 25, 2012 17 Comment/s
Muslim dan Kristen Giliran Gunakan Gereja
Sejumlah tanah dan bangunan Gereja yang terletak di North Dakota, Amerika Serikat kini  telah berpindah tangan kepada komunitas Muslim setelah tanah tersebut dijual umat Kristiani setempat. Bagi komunitas Muslim, tanah dan bangunan tersebut akan dijadikan sebagai Islamic Centre guna melancarkan aktifitas ibadah yang rutin dilakukan.

Pemuda Katolik Kutai Timur Bantu Amankan Bulan Ramadlan

Posted by ridwan yahya Sunday, June 24, 2012 7 Comment/s
Pemuda Katolik Kutai Timur Bantu Amankan Bulan Ramadlan
Rasa solidaritas keagamaan yang tinggi di Indonesia baru-baru ini disampaikan oleh Organisasi Pemuda Katolik Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Mereka mengabarkan kesediaan diri ikut serta bersama organisasi massa Islam untuk mengamankan bulan suci Ramadlan. Hal itu dilakukan supaya umat Islam yang ada di daerah Kutai Timur serius dan khusyuk menjalankan rangkaian Ibadah bulan suci tersebut.

Demi Kabbalah, Madonna Segera Buka Hotel dan Yahudi Center

Posted by ridwan yahya Saturday, June 23, 2012 9 Comment/s
Demi Kabbalah, Madonna Segera Buka Hotel dan Yahudi Center
Madonna Louise Ciccone atau yang lebih dikenal dengan nama Madonna berencana akan mendirikan sebuah hotel  yang bernuansa Kabbalah dan pusat agama Yahudi di kawasan Regent Park, London. Kabbalah merupakan aliran mistik kontroversial dari Yahudi yang ajarannya kerap dilakukan secara rahasia. Selain Madonna aliran ini juga diikuti oleh artis hollywood lainnya, seperti Demi Moore dan Ashton Kutcher.

Senderos, Mantan Bek Tangguh Arsenal Masuk Islam

Posted by ridwan yahya Friday, June 22, 2012 9 Comment/s
Senderos, Mantan Bek Tangguh Arsenal Masuk Islam
Philippe Senderos seorang pesepakbola yang kini merumput bersama klub Liga Premier Inggris, Fulham, memutuskan untuk memeluk Islam setelah menemukan banyak ketertarikan pada agama-agama di dunia. Pesepakbola asal Swiss ini telah menyatakan sebagai mualaf di sebuah pusat agama Islam yang ada di Manchester, Inggris, Rabu (20/6) kemarin.

Yahudi Mempersilahkan Turis Tembaki Warga Palestina

Posted by ridwan yahya Thursday, June 21, 2012 10 Comment/s
Yahudi Mempersilahkan Turis Tembaki Warga Palestina
Sebuah kawasan yang ada di Green Line dijadikan sebagai tempat wisata oleh pemukim Yahudi Gush Etzion. Kawasan yang dibentuk tahun 1940-an tersebut, dimanfaatkan para pemukim sebagai tempat wisata tembak warga Palestina. Mengenai lokasi tersebut adalah sebagai tanda perbatasan  antara Israel dan Tepi Barat, Jalur Gaza, Dataran Tinggi Golan dan Semenanjung Sinai yang masuk daerah Mesir.

Pemukim Israel Bakar Masjid Palestina

Posted by ridwan yahya Wednesday, June 20, 2012 16 Comment/s

Pemukim Israel Bakar Masjid Palestina

Sebuah masjid yang terletak di desa Jaba, sebelah timur laut Al-Quds menjadi sasaran pemukim ekstrimis Israel yang benci terhadap pendudukPalestina. Mereka membakar masjid tersebut pada hari Selasa (19/06/2012) dini hari. Pembakaran ini sempat menghanguskan karpet, tirai, dan perpustakaan Masjid.

Cantona Gerah dengan Israel

Posted by ridwan yahya Tuesday, June 19, 2012 10 Comment/s
Cantona Gerah dengan Israel
Legenda sepakbola Perancis dan Manchester United, Eric Cantona ternyata gerah melihat tindakan Israel yang semena-mena terhadap warga Palestina. Terlebih lagi baru-baru ini Israel tengah memenjarakan seorang pesepakbola Palestina dengan tanpa tuduhan yang jelas. Mahmud Sarsak seorang pesepakbolaPalestina tersebut telah mendekam di penjara Israel sejak tahun 2009 saat keberangkatannya dari Jalur Gaza menuju Tepi Barat untuk bergabung bersama rekan timnas Palestina. Sarsak merupakan salah satu dari 300 warga Palestina lainnya yang ditahan Israel tanpa melalui pengadilan dan tuduhan yang jelas.

Aksi Gaga Dikecam di Thailand

Posted by ridwan yahya Sunday, June 17, 2012 9 Comment/s
Aksi Gaga Dikecam di Thailand
Berbeda dengan rencana manggung Lady Gaga di Indonesia yang berakhir dengan kegagalan, di Thailand Lady Gaga sukses menggelar acaranya pada akhir bulan mei lalu. Namun, dari serangkaian aksi yang ia suguhkan di panggung bukanlah tidak menuai kecaman sama sekali dari pihak pemerintah Thailand.

Kementerian Kebudayaan Thailand memprotes aksi Lady Gaga saat ia duduk di atas sepeda motor dengan pakaian minim dan kibaran bendera Thailand di belakangnya. Menurut pemerintah setempat Gaga dinilai telah melukai perasaan rakyat Thailand. 

STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku

Posted by ridwan yahya Saturday, June 16, 2012 134 Comment/s
Bismillaahirrahmaanirrahiim

     Alhamdulillah, kawan. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba mengangkat sebuah judul terkait di mana keberadaan saya yang tengah bersemayam sekarang. Bukannya tanpa alasan, kenapa saya memilih judul STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku sebagai trending topic kali ini. Kebetulan saja, setelah sekian lama saya bergumul dengan forum macam ini ada kontes SEO yang diadakan BEM kampus yang dipikir-pikir secara tidak langsung memberi faedah menyadarkan diri saya untuk menyempatkan buat tulisan yang khusus membahas STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku.

Hemat saya, dipikir-pikir kapan lagi (dotkom) coba saya bisa meluangkan waktu dan menuangkan pikiran yang secara langsung ngomongin STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku. Mungkin pernah sih kalau nyinggung-nyinggung dikit di postingan yang pernah saya muat. Tapi, ya dikit.
     Maka dari itu sekaranglah saatnya buat saya untuk tampil dan unjuk gigi (*cling) mengabarkan kepada semua blogger yang terdampar di dermaga blog saya agar mengetahui bahwa di tengah bergulirnya peradaban dunia zaman sekarang terdapat sebuah kampus yang bervisikan jauh ke depan, tepatnya "Menjadi Perguruan tinggi yang unggul dalam menghasilkan kader-leader dan profesional". STAI Luqman al-Hakim Hidayatullah Surabaya, itulah kampus yang saat ini tengah gencar-gencarnya melakukan program regenerasi kader yang matang berjuang di tengah masyarakat zaman sekarang yang notabene sedang terseret arus modernitas dunia.

Sejarah
     Pada awal berdirinya, STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku bernama PTI (Pendidikan Tinggi Islam) yang didirikan pada Tahun 1994. Ketika itu perkuliahan berjalan dengan menggunakan 100% kurikulum sendiri dan belum mendapatkan status Terdaftar. Kurikulum tersebut dirancang untuk mencetak kader da’i yang siap diterjunkan ke cabang-cabang untuk membina umat di daerahnya.
     Melihat perkembangan zaman, tuntutan sosial dan prospek out put mahasiswa, serta peluangnya untuk dapat mengikuti program pendidikan yang lebih tinggi (S2 & S3) mengharuskan PTI pada tahun 1997 berubah namanya menjadi STAIL (Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al Hakim), dan berusaha untuk mendapatkan status terdaftar serta berafiliasi ke Depag. Dengan asumsi bahwa program pengkaderan tetap dominan, dan mahasiswa sekaligus mendapatkan materi perkuliahan yang berisi kurikulum nasional.
 
Proses Pengkaderan
     Berawal dari perjuangan di tahun pertama, mahasiswa baru ditempatkan di sebuah daerah yang terkenal persis gersangnya. Di sebuah bukit kukusan yang terkenal aktifitas tambang kapurnya, terletak tepat di Panceng, Gresik mereka mesti menjalani berbagai macam kegiatan perkuliahan dan sekaligus pengkaderan dengan sistem yang ketat dalam suasana boarding school. Bangun tidur pukul dua dini hari, merekapun pergi mengambil air wudlu kemudian bersungkur guna mempertebal daya spiritualitas melalui shalat lail. Rutinitas kebutuhan shalat lima waktu mereka jalankan dengan penuh disiplin dan keseriusan. Berjama'ah dan tanpa masbuk. SubhanAllah. Berlanjut pada program yang lain, mahasiswa aktif menjalani kegiatan peduli lingkungan dengan agenda seperti perbaikan akses jalan keluar masuk kampus Panceng, penataan lapangan kampus, pemeliharaan tempat pemandian warga sekitar kampus, dan lain-lain.
     Setelah lulus uji "emisi" selama satu tahun, mahasiswa pun "turun bukit" menuju kilaunya gemerlap kota Surabaya. Terletak di Surabaya Timur, STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku persis bersebelahan dengan kampus elit ITS. Di Surabaya, mahasiswa melanjutkan studinya dengan tidak mudah. Tidak jarang mereka dihadapkan dengan urusan luar kampus yang dapat meng-upgrade kapabilitas mereka sebagai mahasiswa atau bahkan malah menjerumuskan keadaannya pada hal yang negatif. Terkait dengan berbedanya situasi sistem antara kampus Panceng dengan Surabaya yang berjalan.

Arena Sesungguhnya
     Singkat cerita, 3 tahun sudah mahasiswa STAIL menjalani studinya di Surabaya, karir profesional telah menanti mereka. Tersebar di seluruh penjuru Nusantara, mahasiswa siap terjun di arena yang sesungguhnya. Secara langsung, mahasiswa yang sekarang menjadi da'i akan menghadapi situasi pelik nan kompleks masyarakat negeri.
     Baik, begitulah kawan, sedikit ulasan profil STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku yang tercinta. Semoga penuh manfaat.  Mengingat pengalaman saya jika berbincang dengan temen mahasiswa luar, kemudian ketika di tengah perbincangan tidak jarang dialog semacam ini akan muncul.
     "Antum mahasiswa mana, akhiy?"
     "Hm, ana mahasiswa ITS"
     "Oh,,"
     "Kalau antum sendiri dari mana?"
     "Kalau ana dari STAIL"
     "Hh, STAIL? yang di mana itu?"
     "(Gubrakk, gak tahu STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku)"
     Nah, potongan dialog semacam itulah yang kurang saya kehendaki. Memang, saya kudu realistis juga sih jika kampus saya belum setenar kampus tetangga atau kampus sekitar Surabaya lainnya. Mungkin, rekor jam terbangnya saja yang kurang. Tapi, sebenarnya STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku juga cukup banyak berpartisipasi dalam acara-acara kampus luar, dan penyelenggaraan acara tertentu yang melibatkan kampus luar pun juga pernah STAIL adakan. Namun, apa daya. Beginilah kenyataannya. Tidak mengapa.
     Kami masih harus berjuang,, berjuang demi STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku..!! []

Posisi Keyword Anjlok..!?

Posted by ridwan yahya Monday, June 11, 2012 13 Comment/s
Wathepeun, aya naon..!? saya kaget ketika mendengar kabar dari teman saya, bahwa posisi keyword "STAIL Hidayatullah Surabaya Kampusku" di blog saya anjlok. Melorot. Tidak ada dijajaran top markotop lagi.
Bingung bukan kepalang, keyword yang sudah saya pelihara selama kurang lebih 20 hari semenjak dimuatnya artikel tentang keyword tersebut, ternyata sekarang terjun bebas, tidak nyana.

Misteri Injil Kuno Barnabas Mengguncang Dunia

Posted by ridwan yahya Saturday, June 9, 2012 7 Comment/s
Misteri Injil Kuno Barnabas Mengguncang Dunia
Munculnya kitab kuno di Turki pada Februari 2012, yang diyakini sebagai Injil Barnabas, membuat perdebatan di dunia internasional makin panas. Namun, perdebatan masih berkutat soal klaim benar tidaknya kitab itu sebagai Injil Barnabas. Adu pendapat belum masuk ke ranah isi kitab yang memang belum diterjemahkan oleh pemerintah Turki.

Kepala Direktorat Jenderal Museum dan Aset Budaya Turki, Zulkuf Yilmaz, mengakui memang ada satu kitab kuno yang masuk ke Museum Etnografi Turki pada Februari 2012. Kitab itu diberikan militer ke museum, setelah selama 12 tahun tersimpan di dalam lemari besi di kantor Pengadilan Tinggi Ankara.

Zulkuf berjanji, direktoratnya akan segera menganalisis isi kitab itu. Rencananya, kitab setebal 40 lembar itu akan dikirim ke Laboratorium Pusat Bahasa Turki untuk diteliti lebih lanjut. “Di laboratorium itu akan dianalisa dan diterjemahkan isinya,” ungkap Zulkup kepada televisi Hurriyet.

About Me

Posted by ridwan yahya Friday, June 8, 2012 4 Comment/s
Foto Profil Hyeongnim Wan 
Ridwan Yahya, itulah saya di sini. Biasa dipanggil teman-teman sebagai Yahya. Saya seseorang yang bisa juga dipanggil blogger, saya meyakini menjadi seorang blogger tidak hanya sekadar nge-blog saja, namun ada entitas lain yang saya cari. Sesuatu yang menjadikan kegiatan ini tidak bernilai sia-sia.

Saya memulai Blogging sejak tahun 2011 hingga sekarang. Jawa Barat adalah daerah asal di mana saya pernah berada. Dan saat ini saya adalah seorang karyawan di sebuah lembaga Islam di Jawa Timur.

Bagi saya blogging adalah sesuatu yang tidak terlalu diprioritaskan dalam rangkaian aktifitas hidup saya. Sekadar mediasi alternatif yang memang cukup diperhitungkan untuk berkomunikasi dengan dunia luar.

Melalui tulisan yang tersurat pada tiap-tiap postingan, setiap bait menyuarakan makna yang sederhana. Memang, supaya mudah dan dapat sama-sama dipahami. Saat ini, saya lebih banyak menulis tentang fenomena-fenomena yang tengah mengemuka, menyuarakan fakta yang berdasarkan pada media lainnya yang terpercaya. Demikian sudah, uraian singkat mengenai siapa saya. Semoga bermanfaat :) Terima Kasih.

Bonek Kembali Tewas

Posted by ridwan yahya Thursday, June 7, 2012 2 Comment/s
Bonek Kembali Tewas
Dunia sepak bola Indonesia baru-baru ini kembali digegerkan oleh insiden tewasnya seorang suporter  Persebaya alias Bonek seusai pertandingan antara Persebaya kontra Persija IPL di stadion Tambak Sari, Surabaya kemarin (3/06). Insiden tersebut kembali mencoreng muka persepakbolaan Tanah Air seiring dengan masalah internal PSSI yang tidak kunjung usai.
Sang korban yang bernama Purwo Adi Utomo merupakan siswa kelas 3 SMK 5 Surabaya.  Suporter yang akrab disapa Tomi tersebut merupakan salah satu dari ribuan penonton yang memadati tribun stadion yang kisruh. Kekisruhan tersebut bermula saat pertandingan berjalan dengan tensi yang cukup menegangkan. Keadaan tuan rumah yang tertinggal dua angka dari tim tamu, cukup mengompori keadaan penonton yang ramai. Sejumlah penonton di sisi barat stadion Tambak Sari mulai melemparkan botol ke lapangan. Situasi agak mereda setelah Persebaya mampu menyamakan kedudukan menjadi dua sama. Namun kisruh kembali pecah ketika tim tamu memimpin 3-2 di menit 93 pertandingan. Saat situasi mulai tidak kondusif, Persebaya mampu menyamakan kedudukan lewat Fernando Soler di menit akhir. Namun skor akhir tiga sama tidak membuat situasi panas mereda.

Efektifitas Internet sebagai Media Komunikasi Alternatif

Posted by ridwan yahya Wednesday, June 6, 2012 3 Comment/s
Efektifitas Internet sebagai Media Komunikasi Alternatif
Di tengah keadaan yang semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, turut serta menyeret situasi yang mengharuskan akses komunikasi menjadi serba cepat, mudah, dan efisien. Keadaan semacam itu tidaklah dapat dipungkiri lagi, mengingat masyarakat dunia yang semakin konsumtif terhadap produk-produk yang diasumsikan dapat memudahkan urusan mereka. Termasuk akses komunikasi yang berjalan dalam berbagai bidang yang menuntut tingkat efisiensi dan efektifitas pencapaiannya.
Dalam rangka memenuhi tuntutan komunikasi yang efektif, maka keefektifan penggunaan internetlah yang digadang-gadang mampu sebagai alternatif baru dalam hal ragamnya media komunikasi yang ada pada perkembangan zaman ini. Karena, Internet berawal sebagai media komunikasi. Komunikasi ibarat jantung. Entah itu komunikasi oral, visual, maupun tekstual. Tanpa jantung, seseorang tidak mungkin hidup. Beberapa dari jenis komunikasi yang ada, kini telah diotomatisasi lewat komputer, atau kita mengakrabinya dengan internet. Pada dasarnya internet tidak memberikan solusi baru yang radikal dalam cara kita berkomunikasi, justru mengintegrasikan teknologi yang ada untuk meningkatkan keefektifan berkomunikasi.

“Makna Batalnya Konser Lady Gaga”

Posted by ridwan yahya Saturday, June 2, 2012 13 Comment/s
Oleh: Dr. Adian Husaini


 “Pro-kontra konser Lady Gaga di Indonesia menunjukkan dahsyatnya pertarungan ide antara Islam dan liberalisme. Bukan tidak mungkin, jika Lady Gaga berhasil konser di Indonesia, maka tahun berikutnya akan digelar kontes Vagina Terindah, seperti yang telah terjadi di AS.”

*****

LADY GAGA akhirnya gagal manggung di Indonesia.   Pihak manajemen penyanyi nyentrik dan jorok asal AS ini menyebutkan, bahwa pembatalan itu terkait dengan masalah keselamatan. Sebelumnya, seperti diberitakan www.kompas.com (27/5/2012), kuasa hukum promotor Big Daddy Entertainment, Minola Sebayang, mengatakan, pihak manajemen Gaga meminta konser dibatalkan lantaran faktor keamanan yang menurut mereka tidak terjamin. "Kalau alasan sangat complicated, pihak manajemen Lady Gaga mempertimbangkan dengan kondisi menit ke menit, dengan adanya ancaman-ancaman yang membahayakan bila konser itu diselenggarakan. Akhirnya pihak Lady Gaga membatalkan konser di Jakarta," kata Minola di Jakarta.

Lady Gaga, No Way

Posted by ridwan yahya Friday, May 25, 2012 14 Comment/s
Merujuk berbagai media massa saat ini, banyak sekali berita yang memuat penolakan hadirnya Lady Gaga. Penolakan tersebut bukanlah hal yang main-main, tapi alasan di balik penolakan itu sudah sangat jelas. Banyak suara yang menyebutkan kedatangan Lady Gaga ke Indonesia tidak lain adalah sebagai invasi kebudayaan. Hal tersebut senada dengan pendapat Ketua PW Muhammadiyah DKI Jakarta, Agus Suwardika yang mewakili sejumlah Ormas Islam DKI Jakarta

"Kedatangan Lady Gaga dapat merusak nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia yang ketimuran," kata Agus sebagaimana dikutip Hidayatullah.com (24/5/2012).

Pimpinan Ormas Islam DKI Jakarta menilai jika penampilan Lady Gaga mengumbar sensasi dan aurat. "Konser tersebut banyak kerusakannya dan tidak ada manfaatnya sama sekali, sehingga patut ditolak," lanjut Agus.

Olimpiade London, Pesta Propaganda Multieven

Posted by ridwan yahya Tuesday, May 8, 2012 15 Comment/s
Setiap empat tahun sekali, euforia masyarakat dunia selalu hadir menyelimuti even olahraga akbar yang menampilkan berbagai cabang dan kategori olahraga dengan kontingen dari Negara-negara di seluruh dunia dan dikemas dalam satu acara yang dinamakan Olimpiade. Olimpiade tersebut pertama dikenal pada masa Yunani kuno, Olimpiade kemudian dihidupkan kembali oleh seorang bangsawan Perancis, Pierre Frèdy, Baron de Coubertin pada akhir abad ke-19.
    Sejak penampilan maskot pertama pada Sejarah Olimpiade yang diselenggarakan di Olimpiade Munich tahun 1972, maskot olimpiade telah menjadi elemen utama dari simbol olimpiade sebagai sebuah simbol yang penuh energi. Sebuah maskot dapat menjadi penyemangat dan spirit dalam olimpiade, dan menjadi konsep yang berbeda dalam tiap olimpiade, mempromosikan sejarah dan budaya dari tiap negara tempat penyelenggara olimpiade.

Virus Alay Mengancam Remaja

Posted by ridwan yahya Friday, May 4, 2012 17 Comment/s


   Adakah di antara sobat yang ketika membaca tulisan Lutchu bEut, r4ni ChayanK cMua, atau AhMad PerinDu SoorgA, sobat pun menjadi risih? Ya, mungkin jika sobat paham karena melihat Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) yang kacau balau semacam itu, sobat pasti akan mengangguk dan akan mengeluarkan satu kesan “Alay”.
Ya, alay atau anak layangan memang banyak ditujukan pada anak-anak muda yang bisa dibilang lebay atau hiperbolis dalam segala aspek. Jelasnya, alay adalah gejala-gejala yang terjadi di tengah remaja-remaji Tanah Air yang ingin diakui statusnya di tengah teman-temannya. eh, ini loh gue! Gejala semacam ini nih yang akan mengubah gaya tulisan dan gaya berpakaian, sekaligus meningkatkan kenarsisan tingkat tinggi yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya.
Peranan yang berlebihan seperti ini didominasi oleh kaum remaja yang tergolong masih labil. Bermula dari sebuah lagu, kata Alay alias Anak Lebay jadi sering digunakan untuk orang-orang yang memiliki perilaku seperti diatas.

Prinsip-Prinsip: Explore Mind Share

Posted by ridwan yahya Tuesday, April 3, 2012 3 Comment/s
Suatu usaha yang berjalan dalam dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang, sangatlah memerlukan prinsip-prinsip tertentu yang difokuskan sebagai wahana untuk menciptakan sebuah prestasi yang cemerlang. Demi keberhasilan suatu bisnis yang dijalankanpun, prinsip-prinsip yang diagungkan sangatlah dibutuhkan demi tegaknya bisnis yang dikelola tersebut. Namun, paparan yang diangkat kali ini tidaklah memperbincangkan dunia bisnis, melainkan sebuah manajemen dalam dakwah. Hanya saja, tak ada salahnya prinsip-prinsip yang dikembangkan dalam dunia bisnis dapat ditiru ke dalam dunia dakwah yang berlangsung dan penuh keefektifan.
Sebagaimana yang telah disinggung, berikut  adalah prinsip-prinsip yang dimaksud:

SALES MAGIC

Posted by ridwan yahya Wednesday, March 28, 2012 4 Comment/s
   Dalam menerjuni sebuah bidang yang di dalamnya tidak terlepas pada suatu interaksi yang melibatkan individu-individu, diperlukan tahap-tahap yang sistematis guna melancarkan usaha yang dimaksud. Dan apa yang selalu diusahakan ketika berada di tengah masyarakat, sangatlah membutuhkan peran masyarakat itu sendiri yang akan memberikan suatu respon terhadap apa yang telah kita datangkan untuk mereka.

A Team

Posted by ridwan yahya Monday, March 19, 2012 0 Comment/s

Sekumpulan angsa yang terbang di angkasa terbentuk dalam sebuah formasi yang tertentu, formasi itu menunjukan bahwa  sekawanan unggas tersebut tengah berada dalam keadaan suatu tim. Dalam sebuah tim terdapat unsur-unsur manajemen yang menjadikan tim tersebut dinamis. Layaknya organisasi, tim tersebut mempunyai arah yang dituju, dan mempunyai tujuan yang hendak dicapai dengan berbagai komponen usaha pencapaian yang berbeda.

KERANGKA FILSAFAT CAR / PTK

Posted by ridwan yahya Monday, March 5, 2012 0 Comment/s

A. Sejarah Singkat PTK
PTK atau penelitian tindak kelas (classroom action reseach), adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru, dalam meneliti keadaan suatu kelas tertentu, sebagai proses perbaikan pembelajaran yang ada di sebuah kelas, guna untuk mencapai sebuah hasil pembelajaran yang baik. Penelitian kelas dimana guru melakukan peranan sebagai peneliti dan kelas sebagai laboratorium.

Yang mana PTK pertama kali dikenalkan oleh Kurt Lewin. Pada waktu itu, PTK dipakai untuk mendeskripsikan penelitian yang merupakan perpaduan antara pendekatan eksperimental dalam bidang ilmu social dengan program tindakan social untuk menanggapi masalah social Spesifik.

Sebenarnya PTK sudah dilaksanakan oleh guru sejak ada proses pembelajaran secara klasikal, meskipun tidak disadari oleh guru. Pada saat itu sudah dilakukan upaya perbaikan proses pembelajaran di kelas, namun pada saat itu belum dinamakan PTK. Sejak ada proses pembelajaran, praktis PTK sudah ada, hanya saja belum ada laporan secara tertulis tentang upaya perbaikan pembelajaran di dalam kelas.

Sebelum PTK banyak dikenal orang, sudah ada penelitian yang berkaitan dengan kegiatan kelas, yang dikenal dengan Penelitian Kelas (Classroom Research) dan penelitian tindakan (action research). Pada dasarnya, PTK berawal dari penelitian tindakan yang pada proses perkembangannya menekuni salah satu kawasan pendidikan, yang kita kenal dengan “kelas”. Jadi PTK dapat dinyatakan sebagai perpaduan antara penelitian tindakan dan penelitian kelas. 

B. Karakteristik PTK Emansipatori dan Liberating
Dalam PTK  ini tidak hanya memiliki satu atau dua karakteristik saja, akan tetapi memiliki banyak karakteristik, PTK memeliki sejumlah karakteristik sebagai berikut : Bersifat siklis, artinya PTK terlihat siklis-siklis (perencanaan, pemberian tindakan, pengamatan dan refleksi), sebagai prosedur baku penelitian. Bersifat longitudinal, artinya PTK harus berlangsung dalam jangka waktu tertentu (misalnya 2-3 bulan) secara kontinyu untuk memperoleh data yang diperlukan, bukan "sekali tembak" selesai pelaksanaannya.

Bersifat partikular-spesifik jadi tidak bermaksud melakukan generalisasi dalam rangka mendapatkan dalil-dalil. Hasilnyapun tidak untuk digenaralisasi meskipun mungkin diterapkan oleh orang lain dan ditempat lain yang konteksnya mirip.

Bersifat partisipatoris, dalam arti guru sebagai peneliti sekali gus pelaku perubahan dan sasaran yang perlu diubah. Ini berarti guru berperan ganda, yakni sebagai orang yang meneliti sekali gus yang diteliti pula. Penelitian PTK tidak untuk digenerelasikan sebab hanya dilakukan dikelas tertentu dan waktu tertentu.

Bersifat emik (bukan etik), artinya PTK memandang pembelajaran menurut sudut pandang orang dalam yang tidak berjarak dengan yang diteliti; bukan menurut sudut pandang orang luar yang berjarak dengan hal yang diteliti. Bersifat kaloboratif atau kooperatif, artinya dalam pelaksanaan PTK selalu terjadi kerja sama atau kerja bersama antara peneliti (guru) dan pihak lain demi keabsahan dan tercapainya tujuan penelitian. Emansipasi guru selalu dikaitkan dengan istilah atau konsep profesi, sebagai guru yang professional. 

Bersifat kasuistik, artinya PTK menggarap kasus-kasus spesifik atau tertentu dalam pembelajaran yang sifatnya nyata dan terjangkau oleh guru; menggarap masalah-masalah besar. Menggunakan konteks alamiah kelas, artinya kelas sebagai ajang pelaksanaan PTK tidak perlu dimanipulasi dan atau direkayasa demi kebutuhan, kepentingan dan tercapainya tujuan penelitian. Mengutamakan adanya kecukupan data yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian, bukan kerepresentasifan (keterwakilan jumlah) sampel secara kuantitatif.

Selain itu berdasarkan pengertiannya, kita dapat mengetahui bahwa ciri atau karakteristik dari PTK dibandingkan dengan penelitian lain, diantaranya:
1.    Masalah pada PTK muncul dari kesadaran pada diri guru, yang hasur diperbaiki dengan prakarsa perbaikan dari guru itu sendiri, bukan oleh guru dari luar. Dengan demikian, masalah dalam PTK berasal dari permasalahan nyata dan actual yang terjadi dalam pembelajaran di kelas. Dengan kata lain, PTK berfokus pada masalah praktis bukan problem teoritis.
2.    PTK merupakan penelitian yang dilakukan melalui refleksi diri ( self reflective inquiry ). Untuk melakukan refleksi, sebaiknya guru bertanya pada diri sendiri, misalnya :
-    Apakah penjelasannya terlalu cepat ?
-    Apakah saya sudah memberikan contoh konkrit dan mamadai ?
-    Apakah bahasa yang saya gunakan mudah dipahami siswa ?
3.    PTK dilakukan didalam kelas, focus penelitian adalah pada kegiatan pembelajaran di kelas, yang berupa prilaku guru dan siswa dalam berinteraksi.
4.    PTK bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang dilakukan secara bertahap dan terus menerus selama PTK dilakukan. Oleh sebab itu, dalam PTK dikenal adanya siklus tindakan yang  meliputi: perencanaan-pelaksanaan –observasi- refleksi- revisi ( perencanaa ulang ).
5.    PTK merupakan bagian penting dari upaya pengembangan profesional guru, karena PTK mampu membelajarkan guru untuk berfikir kritis dan sistematis, mampu membiasakan guru untuk menulis dan membuat cacatan.

C.    Pembelajaran Replektif
Pembelajaran replektif sama halnya juga merupakan pembelajaran melalui pengalaman yang di alami oleh murid itu.

Sebenarnya metode  pembelajaran ini telah lama hilang dari dunia pendidikan, yang mana di Indonesia saat ini tidak lagi memperhatikan segi metode ini, yang ada adalah bagaimana terjadi proses tranformasi nilai-nilai ilmu saja, tanpa melihat bagaimana proses pengalaman murid-murid dalam mendapatkan ilmu-ilmu tersebut.

Oleh karena itu pembelajaran reflektif menjadi sebuah solusi saat ini. karena hal ini dianggap tepat karena demikianlah yang terjadi di tengah dunia pendidikan di Indonesia. Dimesi-dimensi reflektif dalam pembelajaran telah cukup lama diabaikan dalam prakteknya. Hal keterpurukan kualitas pendidikan di negeri ini tentu sudah menjadi perhatian umum. Namun yang justru terasa langka adalah elaborasi lebih dalam dan serius akan penyebab dan solusi atas keterpurukan yang terjadi. 

Sehingga refleksi dalam proses pembelajaran penting bagi pengajar lebih-lebih bagi pembelajar. Sudah seharusnya signifikasi pembelajaran adalah konstruktivisme, yang pada hakikat belajarnya adalah proses pembangunan makna yang memiliki visibilitas.

Untuk sampai tahap itu maka salah satu prinsip pembelajaran dalam konteks konstruktivisme disini adalah dengan menerapkan refleksi didalamnya.
Oleh karena  itu, dalam hal ini penerapan metode yang didasarkan pada pengalaman siswa sendiri jauh lebih baik. Walaupun saat ini sebagian besar yang terjadi di sekolah yaitu, ketika terjadi proses belajar mengajar, sebagian besar waktu mereka digunakan untuk memperhatikan materi yang disampaikan di kelas. Dengan penjabaran metode belajar ini tentu akan memberikan pencerahan dan menolong para guru dalam melaksanankan pembelajaran yang efektif di kelas.

D. PTK dalam konteks confidensi dan prestise
Media, Teknologi, dan Pembelajaran konteks belajar dan itu berdampak pada hasil belajar siswa. LEARNING Belajar adalah proses pengembangan pengetahuan, ketrampilan-ketrampilan, atau pengembangan tingkah laku sebagai interaksi individu, menyangkut fasilitas-fasilitas fisik, psikologis, metode pembelajaran, media, dan teknologi. Belajar adalah proses yang dilakukan sepanjang waktu oleh individu manapun.

Dengan demikian, belajar adalah proses yang melibatkan proses seleksi, pengaturan, dan penyampaian pesan yang pantas kep ... rasakan, dengan atau tanpa
kegunaan dari media teknologi dan pembalajaran. Jika guru merasa dengan benar siswanya sebagai manusia, dihormati, dan mereka memiliki motivasi, dengan atau tanpa bantuan media dan teknologi, mereka akan memandang siswa yang terlibat dalam pembelajaran.

Yang menjadi hal penting dari teknologi adalah bagaimana teknologi itu ditampilkan di dalam kelas, tetapi lebih penting adalah bagaimana seorang guru menuntun siswa dalam menggunakan media dan teknologi di dalam kelas. ... percaya bahwa belajar yang efektif terjadi ketika pebelajar (siswa) terlibat dalam tugas-tugas autentik yang berhubungan dengan konteks-konteks yang bermakna.

Kemudian ukuran terakhir dari pembelajaran berbasis pada kemampuan pebelajar (siswa) dalam menggunakan pengetahuan untuk memfasilitasi cara berpikir akan kehidupan sesungguhnya. Social-Psychological Perspectiv Psikologi sosial merupakan tradisi lain yang sudah dibentuk dalam studi belajar dan pembelajaran. Psikologi sosial melihat d ... diri dari perspektif behaviorisme. Paham ini merupakan pandangan yang mempelopori dan menjadi peletak dasar lahirnya teori-teori pembelajaran kontemporer dan modern.

Perspektif behaviorisme berpendapat bahwa belajar merupakan aktifitas yang dapat diukur dan dikendalikan mulai dari perencanaan sampai dengan hasil yang ingin dicapai. Semua komponen belajar merupakan variabel yang dapat dikontrol dan dikendalikan dengan sangat baik oleh guru. Meskipun dalam pelaksanaannya terdapat berbagai kendala. Dalam sejarah, media dan teknologi memiliki pengaruh terhadap pendidikan. Contohnya, komputer dan internet telah mempengaruhi proses pembelajaran sampai saat ini.

Aturan-aturan dari pendidik dan pebelajar telah berubah karena dipengaruhi media dan teknologi yang digunakan di dalam kelas.Perubahan ini sangat esensial,
karena sebagai penuntun dalam proses pembelajaran, pendidik (guru) berhak menguji media dan teknologi dalam konteks belajar dan itu berdampak pada hasil belajar siswa. Belajar adalah proses pengembangan pengetahuan, ketrampilan-ketrampilan, atau pengembangan tingkah laku sebagai interaksi individu, menyangkut fasilitas-fasilitas fisik, psikologis, metode pembelajaran, media, dan teknologi. Belajar adalah proses yang dilakukan sepanjang waktu oleh individu manapun.

Dengan demikian, belajar adalah proses yang melibatkan proses seleksi, pengaturan, dan penyampaian pesan yang pantas kepada lingkungan dan
bagaimana cara pebelajar berinteraksi dengan informasi tersebut. Dengan demikian hal ini melihat beberapa pandangan-pandangan psikologis dan pandangan-pandangan filusuf. Pembahasan kali ini juga akan menggambarkan berbagai aturan dari media dalam belajar dan menampilkan metode-metode yang berbeda, seperti presentasi-presentasi, demonstrasi-demonstrasi, dan diskusi-diskusi akan teknologi yang berhubungan dengan belajar.

E. Macam - Macam Kebenaran
1. The Correspondence theory of truth
Teori ini sampai tingkat tertentu sudah dimunclkan Aristoteles, mengatakan hal yang ada sebagai tidak ada, atau yang tidak ada sebagai ada, adalah salah. Sebaliknya, mengatakan yang ada sebagai ada, atau yang tidak ada sebagai tidak ada, adalah benar. Dengan ini Aristoteles sudah meletakkan dasar bagi teori kebenaran sebagai persesuaian bahwa kebenaran adalah persesuaian antara apa yang dikatakan dengan kenyataan. Jadi suatau pernyataan dianggap benar jika apa yang dinyatakan memiliki keterkaitan (correspondence) dengan kenyataan yang diungkapkan dalam pernyataan itu.

Menurut teori ini, kebenaran adalah soal kesesuaian antara apa yang diklaim sebagai diketahui dengan kenyataan yang sebenarnya. Benar dan salah adalah soal sesuai tidaknya apa yang dikatakan dengan kenyataan sebagaimana adanya. Atau dapat pula dikatakan bahwa kebenaran terletak pada kesesuaian antara subjek dan objek, yaitu apa yang diketahui subjek dan realitas sebagaimana adanya. Kebenaran sebagai persesuaian juga disebut sebagai kebenaran empiris, karena kebenaran suatu pernyataan proposisi, atau teori, ditentukan oleh apakah pernyataan, proposisi atau teori didukung fakta atau tidak.

Suatu ide, konsep, atau teori yang benar, harus mengungkapkan relaitas yang sebenarnya.Kebenaran terjadi pada pengetahuan. Pengetahuan terbukti benar dan menjadi benar oleh kenyataan yang sesuai dengan apa yang diungkapkan pengetahuan itu. Oleh karena itu, bagi teori ini, mengungkapkan realitas adalah hal yang pokok bagi kegiatan ilmiah. Dalam mengungkapkan realitas itu, kebenaran akan muncul dengan sendirinya ketika apa yang dinyatakan sebagai benar memang sesuai dengan kenyataan. Berkaitan dengan teori ini, ada beberapa hal yang perlu dicatat, yaitu:

pertama, teori ini sangat ditekankan oleh aliran empirisisme yang mengutamakan pengalaman dan pengamatan inderawi sebagai sumber utama pengetahuan manusia. Maka, teori ini sangat menghargai pengamatan, percobaan atau pengujian empiris untuk mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya. Sehubungan dengan itu, teori ini lebih mengutamakan cara kerja dan pengetahuan aposteriori, yaitu pengetahuan yang terungkap hanya melalui dan setelah pengalaman dan percobaan empiris.

Kedua, teori ini juga cenderung menegaskan dualitas antara subjek dan objek, antara si pengenal dan yang dikenal.Dengan titik tolak dualitas tersebut, teori ini lalu menekankan pentingnya objek bagi kebenaran pengetahuan manusia.Bahkan bagi teori ini yang paling berperan bagi kebenaran pengatahuan manusia adalah objek. Subjek atau akal budi hanya mengolah lebih jauh apa yang diberikan oleh objek.
Ketiga, teori ini sangat menekankan bukti (evidence) bagi kebenaran suatu pengetahuan.Tetapi bukti ini bukan diberikan secara apriori oleh akal budi. Bukti ini bukan konstruksi akal budi, bukan hasil imajinasinya, melainkan adalah apa yang disodorkan oleh objek yang dapat ditangkap oleh panca indera manusia. Kebenaran akan terbukti dengan sendirinya jika apa yang dinyatakan dalam proposisi sesuai kenyataan sebagaimana diungkapnya.

2. The Coherence Theory of truth
Jika teori kebenaran sebagai persesuaian dianut oleh keum empiris, maka teori yang kedua ini, yaitu teori kebenaran sebagai keteguhan, dianut oleh kaum rasionalis seperti Leibniz, Spinoza, Descartes, Hegel, dlsb. Menurut teori ini, kebenaran tidak ditemukan dalam kesesuaian antara proposisin dengan kenyataanmelainkan dalam relasi antara proposisi baru dengan proposisi yang sudah ada.maka suatu pengetahuan, teori, pernyataan, proposisi, atau hipotesis dianggap benar jika proposisi itu meneguhkan dan konsisten dengan proposisi sebelumnya yang dianggap benar.

Bagi kaum rasionalis, pengetahuan tidak mungkin bisa keluar dari pikiran atau akal budi manusia untuk berhadapan langsung dengan realitas, dan dari situ bisa diketahui apakah pengetahuan itu benar atau tidak.Matematika dan ilmu-ilmu pasti lainnya sangat menekankan teori ini.

Menurut para penganut teori ini, mengatakan bahwa suatu pernyataan atau proposisi benar atau salah, adalah mengatakan bahwa proposisi itu berkaitan dan meneguhkan proposisi atau pernyataan yang lain atau tidak. Dengan kata lain, pernyataan itu benar jika pernyataan itu cocok dengan sistem pemikiran yang ada.

Maka kebenaran sesunguhnya hanya berkaitan dengan implikasi logis dari sistem pemikiran yang ada. Misalnya: (1) Semua manusia pasti mati; (2) Sokrates adalah manusia; (3) Sokrates pasti mati. Kebenaran (3) hanya merupakan implikasi logis dari sistem pemikiran yang ada, yaitu (1) Semua manusia pasti mati, dan (2) Sokrates adalah manusia.Dalam arti ini, kebenaran (3) sesungguhnya sudah terkandung dalam kebenaran (1).Oleh karena itu, kebenaran (3) tidak ditentukan oleh apakah dalam kenyataannya Sokrates mati atau tidak.

Sebagai perbandingan, kita dapat membuat pembedaan antara kebenaran empiris dan kebenaran logis sebagai berikut: Kebenaran Empiris: 1) mementingkan objek; 2) menghargai cara kerja induktif dan aposteriori; dan 3) lebih mengutamakan pengamatan indera. Kebenaran Logis: 1) mementingkan subjek; 2) menghargai cara kerja deduktif dan apriori; dan 3) lebih mengutamakan penalaran akal budi.

Pentingnya kedua kebenaran ini sangat ditekankan oleh Imanuel kant. Bagi Kant, baik akal budi maupun panca indera mempunyai peran penting untuk melahirkan pengetahuan manusia. Karena syarat mutlak bagi adanya pengetahuan adalah kebenaran, Kant pun sangat menekankan baik kebenaran logis yang diperoleh melalui penalaran akal budi, maupun kebenaran empiris yang diperoleh dengan bantuan panca indera yang menyodorkan data-data tertentu.

Pentingnya keduakebenaran ini secara saling menunjang terutama agar kita tidak terjebak pada silogisme dan retorika kosong. Karena seringkali suatu pernyataan sangat benar dari segi logis, tetapi sama sekali tidak didukung oleh fakta empiris.

F. Etika dalam Penelitian Tindakan Kelas
Tujuan filosofis dalam Penelitian Tidakan Kelas adalah perubahan kearah yang lebih baik. Perubahan kearah yang lebih baik terserbut dibidani dengan cara memecahkan permasalahan pembelajaran dan perbaikan pembelajaran di kelas yang dilakukan oleh praktisi pembelajaran, guru itu sendiri (Fatchan, 2009: 11).
Dengan kata lain, perubahan apapun yang akan dilakukan praktisi pendidikan dalam kaitanya dengan belajar dan pembelajaran yang pasti akan melibatkan dan mempengaruhi banyak pihak selain siswa seperti teman sejawat, atasan, bahkan orang tua maka perubahan tersebut dalam prosesnya harus dilakukan secara etis.

Berikut adalah uraian singkat tentang prinsip-prinsip etis yang perlu diperhatikan dalam melakukan Penelitain Tindakan Kelas :

1. Kelengkapan Dokumen
Dalam melakukan penelitian, peneliti hendaknya menyertakan beberapa kelengkapan berupa surat izin kepada subject penelitian dan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan penelitian tersebut.
2. Negosiasi Akses
Perizinan tempat misalny adalah hal yang terbelit-belit dalam birokrasi namun hal ini tidak boleh terlewat. Dengan menguatarakan niat kita dengan baik kepada pihak yang berwenang, bukan tidak mungkin akses kita ke dalam, misalnya sekolahan, akan lebih baik lagi.

a.   Dengan yang berwenang: pihak yang berwenang di sekolah seperti kepala sekolah adalah orang yang akan memberikan izin dalam penelitian. Adapun bila dalam penelitian ada perubahan, maka pihak yang pertama kali berhak tahu adalah kepala sekolah.
b.   Peserta: selayaknya peneliti tidak menempatkan peserta atau subject penelitian sebagai “kelinci percobaan” namun lebih kepada partner dalam penelitian. Peneliti perlu menegaskan ini berkali-kali di dalam maupu di luar kelas sehingga pada saat penelitian peserta penelitian tidak canggung dan merasa ditekan kebebasanya untuk bersikap sealami mungkin. Selain itu instrument berupa surat pemberitahuan akan penelitain juga harus disertakan.
c.   Orang Tua: karena PTK melibatkan peserta didik maka ada baiknya surat yang diberikan kepada murid-murid diteruskan kepada orang tua. Dengan demikian orang tua tidak akan khawatir dan bertanya-tanya bila nantinya ada perbedaan kelakuan atau sikap pada peserta didik selama proses penelitian.

3. Menjaga Kerahasiaan
Seperti diutarakan jauh diatas mengenai privasi, maka sudah selayaknya peneliti menjaga wilayah privasi siswa, guru, orang tua, bahkan institusi bila hal ini diperlukan.

a. Kerahasiaan infromasi: hendaknya peneliti menegaskan akan melaporkan informasi yang termasuk zona public untuk mengetahuinya. Dan pelaporanya itupun harus sesuai dengan peraturan-peraturan terkait yang berlaku. Adapun informasi-informasi yang bersifat privasi hendaknya tidak dilaporkan. Kalaupun terpaksa dilaporkan maka harus minta izin kepada pihak yang terkait dan merahasiakan identitasnya.
b. Kerahasiaan Identitas: dalam penyebutan identitas baik individu maupun tempat hendaknya peneliti minta izin dengan pihak terkait terlebih dahulu. Pun dalam penyebutan, peneliti bisa menggunakan insial, kode, nomor dan sebagainya dan menghindari penggunaan nama fiktif karena mungkin akan ada kesamaan dengan realitas mengingat penyebutan nama adalah hal yang sensitive.
c. Kerahasiaan data: kerahasiaan data adalah hal yang penting dalam penelitian. Data yang pada hakikatnya informasi yang dibutuhkan oleh peneliti akan dipertanggung jawabkan kelak oleh karena itu keorisinilan, validitas, dan reliabilitas data harus dijaga. Begitu juga bila data tersebut menyangkut privasi, maka perlu sedianya untuk meminta izin terlebih dahulu sebelum digunakan.
d. Menjamin Hak Peserta Untuk Mengundurkan Diri dari Penelitian: seperti dalam program tevelisi bertemakan horror, bila peserta merasa tidak nyaman dengan penelitian maka kita harus meyakinkan peserta penelitian untuk “angkat tangan”. Tentu saja izin ini tidak serta merta diberikan, namun harus melalui beberapa tanya jawab yang intens dan kekeluargaan dengan peneliti.
e. Menjaga Kepercayaan: hal yang paling sering muncul bukanlah salah satu pihak yang menghianati pihak lain, namun kerusakan kepercayaan ini disebabkan karena kurangnya keterbukaan dalam komunikasi antara peneliti dengan peserta. Sebaiknya bila ragu-ragu dalam melangkah, peneliti melakukan pengecekan ulang kepada yang terkait.
f. Mejaga Kode Etik profesionalitas dan Akademik: sebagai kaum akademik selayaknya peneliti selalu mengingat bahwa kegiatan PTK adalah kegiatan professional yang menuntut tanggunjawab dan komitmen pribadi. Segala kegiatan PTK harus memenuhi persyaratan akademik yang telah ditentukan.

BAB III
KESIMPULAN

PTK banyak dikenal orang, sudah ada penelitian yang berkaitan dengan kegiatan kelas, yang dikenal dengan Penelitian Kelas (Classroom Research) dan penelitian tindakan (action research). Pada dasarnya, PTK berawal dari penelitian tindakan yang pada proses perkembangannya menekuni salah satu kawasan pendidikan, yang kita kenal dengan “kelas”. Jadi PTK dapat dinyatakan sebagai perpaduan antara penelitian tindakan dan penelitian kelas. 

Dimesi-dimensi reflektif dalam pembelajaran telah cukup lama diabaikan dalam prakteknya. Hal keterpurukan kualitas pendidikan di negeri ini tentu sudah menjadi perhatian umum. Namun yang justru terasa langka adalah elaborasi lebih dalam dan serius akan penyebab dan solusi atas keterpurukan yang terjadi. 

Bersifat emik (bukan etik), artinya PTK memandang pembelajaran menurut sudut pandang orang dalam yang tidak berjarak dengan yang diteliti; bukan menurut sudut pandang orang luar yang berjarak dengan hal yang diteliti. Bersifat kaloboratif atau kooperatif, artinya dalam pelaksanaan PTK selalu terjadi kerja sama atau kerja bersama antara peneliti (guru) dan pihak lain demi keabsahan dan tercapainya tujuan penelitian. Bersifat kasuistik, artinya PTK menggarap kasus-kasus spesifik atau tertentu dalam pembelajaran yang sifatnya nyata dan terjangkau oleh guru; menggarap masalah-masalah besar.

Perspektif behaviorisme berpendapat bahwa belajar merupakan aktifitas yang dapat diukur dan dikendalikan mulai dari perencanaan sampai dengan hasil yang ingin dicapai. Semua komponen belajar merupakan variabel yang dapat dikontrol dan dikendalikan dengan sangat baik oleh guru. Meskipun dalam pelaksanaannya terdapat berbagai kendala. Dalam sejarah, media dan teknologi memiliki pengaruh terhadap pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Fatchan, Ahmad; Dasna, Wayan. 2009. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Jenggala Pustaka
http://main.man1bojonegoro.com/index.php/component/content/article/48-artikel-guru/124-sejarah-penelitian-tindak-kelas
http://www.m-edukasi.web.id/2012/04/karakteristik-ptk-penelitian-tindakan.html
http://www.abdulrahmansaleh.com/2011/03/karakteristik-ptk-penelitina-tindakan.html
http://blog.pasca.gunadarma.ac.id/2012/08/01/model-pembelajaran-reflektif/
Supardi, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara. 2011
Wiriatmaja, Rochiati, Metode Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010

Model Pembelajaran Tematik

Posted by ridwan yahya Monday, February 27, 2012 0 Comment/s

A.    Hakikat Model Pembelajaran
Sebelum kita membahas tentang model pembelajaran, terlebih dahulu akan kita kaji apakah yang dimaksud dengan model? Secara menyeluruh model dimaknakan sebagai suatu obyek atau konsep yang digunakan untuk merepresentasikan sesuatu hal. Sesuatu yang nyata dan dikonversi untuk sebuah bentuk yang lebih komprehensip.

Sedangkan model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, computer, kurikulum, dan lain 

 Adapun soekamto, dkk , mengemukakan maksud dari model pembelajaran adalah : “kerangka konseptual yang melukiskan prosedur dalam sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktifitas belajar mengajar”. 

Ciri-ciri model pengajaran1.    Rasional teoritik logis, dalam model ini guru memandu siswa menguraikan rencana pemecahan masalah menjadi tahap-tahap kegiatan; guru memberi contoh mengenai penggunaan keterampilan dan strategi yang dibutuhkan supaya tugas-tugas tersebut dapat diselesaikan. Guru menciptakan suasana kelas yang fleksibel dan berorientasi pada upaya penyelidikan oleh siswa.

2.    Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai), model-model pembelajaran dapat diklasifikasikan berdasrkan tujuan pembelajarannya, sintaks (pola urutannya) dan sifat lingkungan belajarnya. 

3.    Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil. Sintaks (pola urutan) dari suatu model pembelajaran adalah pola yang menggambarkan urutan alur tahap-tahap keseluruhan yang pada umunnya disetai dengan serangkaian kegiatan pembelajaran. Sintaks dari suatu model pembelajaran tertentu menunjukan dengan jelas kegiatan-kegiatan apa yang harus dilakukan oleh guru atau siswa.

4.    Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai, tiap model pembelajaran membutuhkan system pengelolaan dan lingkungan yang sedikit berbeda.
Selain ciri-ciri khusus pada suatu model pembelajaran, menurut nieveen, suatu model pembelajaran dikatakan baik jika memenuhi criteria yaitu: pertama, sahih (valid), jika 1). Apakah model yang dikembangkan didasarkan pada rasioanl teoritik yang kuat; 2). Apakah terdapat konsistensi internal. Kedua, praktis, jika 1) apa yang dikembangkan dapat diterapkan; 2) kenyataannya bahwa apa yang dikembangkan tersebut dapat diterapkan. Ketiga, efektif, jika 1) ahli dan praktisi berdasar pengalamannya menyatakan bahwa model tersebut efektif; 2) secara oprasional model tersebut memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan.

Arends, menyeleksi enam model pengajaran yang sering dan praktis digunakan guru dalam mengajar, yaitu: presentasi, pengajaran langsung, pengajaran konsep, pembelajaran kooperatif, pengajaran berdasarkan masalah, dan diskusi kelas. Arends dan pakar lain berpendapat, bahwa tidak ada satu model pembelajaran yang paling baik diantara yang lainnya, karena masing-masing model pembelajaran dapat dirasakan baik, apabila telah diuji cobakan untuk mengajarkan materi pelajaran tertentu. Oleh karena itu dari beberapa model pembelajaran yang ada perlu kiranya diseleksi model pembelajaran yang mana yang paling baik untuk mengajarkan suatu materi tertentu.

B.    Hakikat Model Pembelajaran Tematik
1.    Istilah dan pengertian
Pembelajaran Tematik sebagai model pembelajaran termasuk salah satu tipe/jenis daripada model pembelajaran terpadu. Istilah pembelajaran tematik pada dasarnya adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa.

John dewey mengungkapkan bahwa pembelajaran terpadu adalah pendekatan untuk mengembangkan pengetahuan siswa dalam pembentukan pengetahuan berdasarkan pada interaksi dengan dan pengalaman kehidupannya. Menurut. raka joni bahwa pembelajaran terpadu merupakan suatu system pembelajaran yang memungkinkan siswa secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistic, bermakna, dan otentik. 

Lebih lanjut hadi subroto  menegaskan, pembelajaran terpadu adalah pembelajaran yang diawali dengan suatu pokok bahasan atau tema tertentu yang dikaitkan dengan pokok bahasan yang lain, konsep tertentu dikaitkan dengan konsep lain, yang dilakukan secara spontan atau direncanakan, baik dalam satu bidang studi atau lebih, dan dengan beragam pengalaman belajar siswa, maka pembelajaran menjadi lebih bermakna. Maka pada umumnya pembelajaran tematik/terpadu adalah pembelajaran yang menggunakan tema tertentu untuk mengaitkan antara beberapa isi mata pelajaran dengan pengalaman kehidupan nyata sehari-hari siswa sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna bagi siswa.

Keuntungan dari penerapan pembelajaran tematik : pertama, mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. Kedua, siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama. Ketiga, pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. Keempat, kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik. Kelima, Peserta didik lebih mampu merasakan manfaat dan makna belajar. Keenam, siswa lebih bergairah dalam belajar. Ketujuh, guru dapat menghemat waktu dalam mengajar.

Berdasarkan bebagai pengertian tersebut di atas, dapatlah diambil kesimpulan bahwa pembelajaran tematik/terpadu merupakan suatu model pembelajaran yang memadukan beberapa matei pembelajaran dari berbagai standard kompetensi dasar dari satu atau beberapa mata pelajaran. Penerapan pembelajaran ini dapat dilakukan melalui tiga pendekatan yakni penentuan berdasarkan keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar, tema, dan masalah yang dihadapi.
 
2.    Prinsip dasar pembelajaran tematik
Secara umum prinsip-prinsip pembelajaran tematik dapat diklasifikasikan menjadi:
a.    Prinsip penggalian tema. Prinsip ini merupakan prinsip utama (focus) dalam pembelajaran tematik. Artinya tema-tema yang saling tumpang tindih dan ada keterkaitan menjadi target utama dalam pembelajaran.
b.    Prinsip pengelolaan pembelajaran. Pengelolaan pembelajaran dapat optimal apabila guru mampu menempatkan dirinya dalam keseluruhan proses. Artinya, guru harus mampu menempatkan diri sebagai fasilitator dan mediator dalam proses pembelajaran.
c.    Prinsip evaluasi. Evaluasi pada dasarnya menjadi focus dalam setiap kegiatan. Bagaimana suatu kerja dapat diketahui hasilnya apabila tidak dilakukan evaluasi.
d.    Prisip reaksi. Dampak pengiring (nurturant effect) yang penting bagi perilaku secara sadar belum tersentuh oleh guru dalam KBM (kegiatan belajar mengajar). Karena itu guru dituntut agar mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaran sehingga tercapai secara tuntas tujuan-tujuan pembelajaran. Guru harus bereaksi terhadap aksi siswa dalam semua peristiwa serta tidak mengarahkan aspek yang sempit melainkan ke suatu kesatuan yang utuh dan bermakna.

3.    Arti penting pembelajaran tematik
Pembelajaran tematik, sebagai model pembelajaran memiliki arti penting dalam membangun kompetensi peserta didik, antara lain: pertama, pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh pangalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Kedua, pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu. 

 Selain itu juga ada beberapa alasan yang mendasari pembelajaran tematik memiliki arti penting, antara lain: petama, Dunia anak adalah dunia nyata. Kedua, Proses pemahaman anak terhadap suatu konsep dalam suatu peristiwa/obyek lebih terorganisir. Ketiga, Pembelajran akan lebih bermakna. Keempat, Memberi peluang siswa untuk mengembangkan kemampuan diri. Kelima, Memperkuat kemampuan yang diperoleh. Keenam, Efisiensi waktu.
Menurut Kunandar, Pembelajaran tematik mempunyai kelebihan yakni: petama, Menyenangkan karena berangkat dari minat dan kebutuhan peserta didik. Kedua, Memberikan pengalaman dan kegiatan belajar mengajar yang relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik. Ketiga, Hasil belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna. Keempat, Mengembangkan keterampilan berpikir peserta didik sesuai dengan persoalan yang dihadapi. Kelima, Menumbuhkan keterampilan sosial melalui kerja sama. Keenam, Memiliki sikap toleransi, komunikasi dan tanggap terhadap gagasan orang lain. Ketujuh, Menyajikan kegiatan yang bersifat nyata sesuai dengan persoalan yang dihadapi dalam lingkungan peserta didik.

Selain kelebihan di atas pembelajaran tematik memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan pembelajaran tematik tersebut terjadi apabila dilakukan oleh guru tunggal. Misalnya seorang guru kelas kurang menguasai secara mendalam penjabaran tema sehingga dalam pembelajaran tematik akan merasa sulit untuk mengaitkan tema dengan mateti pokok setiap mata pelajaran. Di samping itu, jika skenario pembelajaran tidak menggunakan metode yang inovatif maka pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar tidak akan tercapai karena akan menjadi sebuah narasi yang kering tanpa makna.

4.    Karakteristik pembelajaran tematik
Pembelajaran tematik memiliki beberapa ciri khas, yang telah disebutkan pada kelebihan-kelebihan pembelajaran tematik di atas. Selain itu, sebagai model pembelajaran di sekolah dasar/madrasah ibtida’iyah pembelajaran tematik memiliki karakteristik-karakteristk antara lain: berpusat siswa; memberikan pengalaman langsung; pemisahan mata pelajaran tidak begitu luas; menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran; bersifat fleksibel; hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa; dan menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan .
Selain itu pembelajaran tematik sebagai bagian dari pembelajaran terpadu juga memiliki karakter sebagaimana pembelajaran terpadu. Menurut depdikbud, pembelajaran terpadu sebagai suatu proses mempunyai beberapa karakteristik/ciri-ciri, yaitu: holistic, bermakna, otentik, dan aktif.

C.    Sintaks Model Pembelajaran Tematik
Sintaks pembelajaran tematik pada dasarnya mengikuti langkah-langkah (sintak) pembelajaran terpadu. Secara umum sintaks tersebut mengikuti tahap-tahap yang dilalui dalam setiap model pembeljaran yang meliputi tiga tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Berkaitan dengan itu maka sintaks model pembelajaran tematik dapat direduksi dari berbagai model pembelajaran seperti model pembelajaran langsung (direct intructions), model pembelajran kooperatif (cooperative learning), maupun model pembelajaran berdasarkan masalah (problem based instructions). 

Menurut prabowo, langkah-langkah (sintaks) pembelajran terpadu secara khusus dapat dibuat tersendiri berupa langkah-langkah baru dengan sedikit ada perbedaan yakni sebagai berkut:
1.    Tahap perencanaan
a.    Menentukan jenis mata pelajaran dan jenis keterampilan yang dipadukan. Maksudnya karakteristik mata pelajaran menjadi pijakan untuk kegiatan awal ini.
b.    Memilih kajian materi, standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator. Maksudnya langkah ini akan mengarahkan guru untuk menentukan sub keterampilan dari masing-masing keterampilan yang dapat diintegrasikan dalam satu unit pelajaran.
c.    Menentukan sub keterampilan yang dipadukan. Secara umum keterampilan-keterampilan yang dikuasai meliputi, keterampilan berpikir (thingking skills), keterampilan social, dan keterampilan mengorganisasi, yang masing-masing teridiri atas sub-sub keterampilan.
d.    Merumuskan indikator hasil belajar. Berdasarkan kompetensi dasar dan sub keterampilan yang telah dipilih dirumuskan indikator. Setiap indikator dirumuskan berdasarkan kaedah penulisan yang meliputi: audience (peserta didik), behavior (perilaku yang diharapkan), condition (media/alat) dan degree (jenjang/jumlah).
e.    Menentukan langkah-langkah pembelajaran. Langkah ini diperlukan sebagai strategi guru untuk mengintegrasikan setiap sub keterampilan yang telah dipilih pada setiap langkah pembelajaran.

2.    Tahap pelaksanaan
Prinsip-prinsip utama dalam pelaksanaan pembelajaran terpadu, meliputi: pertama, guru hendaknya tidak menjadi single actor yang mendominasi dalam kegiatan pembelajaran melainkan guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Kedua, pemberian tanggung jawab individu dan kelompok harus jelas. Ketiga, guru perlu akomodatif terhadap ide-ide yang terkadang sama sekali tidak terpikirkan dalam proses perencanaan.
a.    Tahap evaluasi
Tahap evaluasi dapat berupa evaluasi proses pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran. Tahap evaluasi menurut departemen pendidikan nasional, hendaknya meperhatikan prinsip evaluasi pembelajaran terpadu.
a.    Memberikan kesempatan kepada siswa melakukan evaluasi diri disamping bentuk evaluasi lainnya.
b.    Guru perlu mengajak para siswa untuk mengevaluasi perolehan belajar yang telah dicapai berdasarkan kriteria keberhasilan pencapaian tujuan yang akan dicapai.


DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. 2007. Materi Sosialisasi dan Pelatihan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta.
Hadi subroto, Trisnodan ida siti herawati. 2003. pembelajaran terpadu, Jakarta: pusat penerbitan universitas terbuka.
Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru, Jakarta: Rajawali Press.
Trianto. 2012. Mengembangkan Model pembelajaran Tematik, Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
Sukamto, Tutik dkk. 1992. Prinsip Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Pusat Antar Universitas Untuk Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Pembelajaran Dijen Dikti Departemen Pendidikan dan Kebudayan RI.

 Gambar : anneahira.com