Pengantar Penulis Amatir | Suratan Makna

Pengantar Penulis Amatir

Posted by ridwan yahya Friday, October 14, 2011 1 Comment/s
Pengantar Penulis Amatir
       Saya menulis apa? Apa yang saya tulis? Itulah kalimat-kalimat pertama  yang terlintas dalam pikiran saya ketika memulai tulisan ini. Terkait dengan dua kalimat tanya di atas, sempat saya baca dalam sebuah buku yang dimiliki oleh salah satu teman saya di pondok yang berjudul Menulis Itu Jenius. Dari buku tersebut terdapat berbagai macam kalimat motivasi pada setiap halamannya, bagi setiap orang yang masih amatir dalam dunia menulis dan berminat untuk menyelaminya.
Dari sekian banyaknya kalimat motivasi yang dimuat pada buku tersebut, namun hanya satu kalimat yang mampu menjadi sebuah pelecut bagi saya untuk senantiasa terus menulis. Kalimat tersebut seakan memang ditakdirkan bagi saya untuk memahaminya pada awal saya membuka buku tersebut. Ajaibnya, hmm.. mungkin ngga ajaib juga, sih. Biasa aja. Pada awal saya menyentuh dan membukanya, saya tidak mencari halaman pertama dari buku tersebut ataupun kata-kata pendahuluannya, melainkan saya membuka buku itu dengan secara tidak sengaja langsung tertuju pada suatu halaman yang di dalamnya terdapat kalimat yang maknanya sungguh menghanyutkan saya pada lautan inspirasi dan samudera motivasi. Melecut jiwa saya yang berpotensi untuk selalu beraksi, mengukir segala makna yang tampak dalam berbagai macam fenomena, dan menorehkan rangkaian kata-katanya melalui sebuah pena.


“when you are writing a first draft, don’t worry if what comes out is any good or not. Just write!” semacam itulah rangkaian kata yang saya singgung dari awal mula tadi, sederhana namun bermakna. Sebuah kalimat yang cukup mendukung saya untuk terus beraktifitas menulis, meskipun tidak jarang saya sendiri suka menunda-nunda selesainya tulisan yang saya kerjakan tersebut. Sehingga, kerap kali tulisan itu agak sedikit terabaikan jadinya.
Namun, merujuk kalimat nasihat di atas, menulis merupakan kegiatan yang mempunyai nilai skala prioritas yang cukup tinggi dibandingkan kegiatan yang lain. Bolehlah kita melaksanakan aktifitas yang bermanfaat lainnya, sebut saja membaca. Namun, alangkah baiknya apa yang telah kita baca tersebut mampu dituangkan kembali dalam sebuah bentuk tulisan yang berguna sebagai pengikat atas apa yang telah dipahami.
Melalui tulisan itulah berbagai pemahaman, perasaan, wawasan, dan pengetahuan dapat dikemas dalam wujud rangkaian kata yang awet, rapi, dan menarik untuk ditelusuri.
Jadi, teruslah menulis. Meskipun temanya asal, pembahasannya ngaler-ngidul, karakter hurufnya ngga sampai tiga ribu, dan tujuannya pun agak kurang jelas. Ngga apa-apa, sing penting nulis! Soalnya, untuk seorang penulis yang masih berlabel amatiran, waktu menulis itu masih diintensifkan dalam masa-masa belajar dan khususnya masih dalam pembangunan konsistensi diri untuk tetap dan terus menulis. Yes, we can..!!

gambar: kimberlyburton.typepad.com
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA

Judul : Pengantar Penulis Amatir
Ditulis Oleh : ridwan yahya
Rating Blog : 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://suratanmakna.blogspot.com/2011/10/pengantar-penulis-amatir.html. Sekali lagi terima kasih sudah singgah membaca artikel ini. ^_^

1 Comment/s:

Tiva Fatimah Keizer said...

Ihiiiiyy..

*yang penting coment..