Model Pembelajaran Direct Instructional | Suratan Makna

Model Pembelajaran Direct Instructional

Posted by ridwan yahya Tuesday, February 21, 2012 0 Comment/s

Model Pembelajaran langsung  (Direct Intructional) adalah aktivitas yang terjadi pada saat berlangsungnya interaksi siswa dengan lingkungan belajarnya (guru, siswa, sumber belajar lainnya) untuk mencapai tujuan-tujuan intruksional. Atau bisa juga  diartikan setiap kegiatan, baik prosedur, langkah, maupun metode dan tekhnik yang dipilih agar dapat memberikan kemudahan, atau bantuan lain kepada siswa dalam mencapai tujuan-tujuan intruksional, dalam bahasa yang lebih sederhana ialah siasat membelajarkan siswa menuju tercapainya tujuan intruksional. 

Sedangkan  Arends berpendapat bahwa  Model Pembelajaran Direct Instructional yaitu :”A teaching model that is aimed at helping student learn basic skills and knowledge that can be taught in a step-by-step fashion. For our purposes here, the model is labeled the direct instruction model” .

Model Pembelajaran Direct Intruction merupakan suatu pendekatan mengajar yang dapat membantu siswa dalam mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. Yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan Deklaratif yang terstruktur dengan baik.

Pada dasarnya tujuan dari pembelajaran Derect Intruksional adalah kemampuan-kemampuan yang diharapkan dimiliki siswa setelah mereka menerima pengalaman belajarnya. Kemampuan yang dimaksud mencakup aspek pengetahuan (kognitif), sikap (Efektif), dan keterampilan (psikomotorik), pengusaan kemampuan tersebut tidak lain adalah hasil belajar yang diinginkan.

Bahkan Bruner  dalam bukunya Kelvin Seifert yang diterjemahkan oleh Yusuf Anas mengatakan  bahwa tujuan dari Model Pembelajaran Direct Intructional yaitu menjelaskan kapan dan bagaiamana para pelajar mampu mengolah informasi dengan cara paling efektif, sehingga dalam model pembelajaran ini merefleksikan penekanannya terhadap proses pembelajaran ketimbang pada hasil akhir semata, lebih merupakan sebuah pencarian jawaban ketimbang sebuah presentasi hasil akhir dari sebuah penelitian.  

Ciri-ciri Model Pengajaran Direct Intruction 

Model pengajaran direct instruction mengutamakan pendekatan deklaratif dengan titik berat pada proses belajar konsep dan keterampilan motorik. Model pengajaran direct instruction menciptakan suasana pembelajaran yang lebih terstruktur.

Ciri-ciri Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction) adalah sebagai berikut :
1.    Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur penilaian belajar
2.    Sintaks/pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran
3.    System pengelolaan dan lingkungan belajar yang diperlukan agar kegiatan tertentu dapat berlangsung dengan berhasil
4.    Transformasi dan ketrampilan secara langsung
5.     Pembelajaran berorientasi pada tujuan tertentu
6.    Materi pembelajaran yang telah terstuktur
7.    Lingkungan belajar yang telah terstruktur
8.    Distruktur oleh guru

Metode dan Pendekatan Model Pembelajaran Direct Intruksional
Metode pembelajaran merupakan cara-cara yang digunakan pengajar atau instruktur untuk menyajikan informasi atau pengalaman baru, menggali pengalaman peserta belajar, dan menampilkan unjuk kerja peserta belajar.

Meichen baum menjelaskan ada lima langkah untuk pendekatan pembelajaran ini yaitu: 
1.    Guru melakukan tugas sambil berbicara keras
2.    Siswa melakukan tugas dibawah instruksi guru (model)
3.    Siswa melakukan tugas sambil mengucapkan instruksi dengan keras
4.    Siswa mengucapkan instruksi dengan berbisik sambil melakukan tugas
5.    Siswa melakukan tugas sendiri dengan bimbingan dan instruksi tanpa diucapkan 

Komponen-komponen model pembelajaran Direct Instruction
Ada empat komponen pokok dalam strategi pembelajaran Direct Intructional, yaitu (1) kegiatan pendahuluan (prainstruksional), (2) kegitan instruksional atau kegiatan belajar-mengajar, (3) kegiatan penilaian, (4) kegiatan tindak lanjut. 

Model pengajaran langsung dapat diterapkan bagi setiap mata pelajaran, namun model ini paling cocok untuk mata pelajaran yang berorientasi pada kinerja, misalnya membaca, menulis, matematika, musik dan pendidikan jasmani.  

Pemilihan model pembelajaran yang digunakan oleh guru sangat dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan diajarkan, juga dipengaruhi oleh tujuan yang akan dicapai dalam pengajaran tersebut dan tingkat kemampuan peserta didik. Di samping itu pula setiap model pembelajaran selalu mempunyai tahap-tahap (sintaks) yang dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru. Antara sintaks yang satu dengan sintaks yang lain mempunyai perbedaan. Oleh karena itu guru perlu menguasai dan dapat menerapkan berbagai model pembelajaran, agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai setelah proses pembelajaran sehingga dapat tuntas seperti yang telah ditetapkan. 

Tahapan-Tahapan (Sintaks) Dalam Model Pembelajaran Direct Intructional
Pemikiran mendasar dari model pengajaran langsung adalah bahwa siswa belajar dengan mengamati secara selektif, mengingat dan menirukan tingkah laku gurunya. Direct Instruction mempunyai beberapa tahapan atau fase yaitu :
Tahapan atau sintaks model pembelajaran langsung menurut Bruce dan Weil (1996), sebagai berikut: 

1.    Orientasi.
Sebelum menyajikan dan menjelaskan materi baru, akan sangat menolong siswa jika guru memberikan kerangka pelajaran dan orientasi terhadap materi yang akan disampaikan. Bentuk-bentuk orientasi dapat berupa: (1) kegiatan pendahuluan untuk mengetahui pengetahuan yang relevan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa; (2) mendiskusikan atau menginformasikan tujuan pelajaran; (3) memberikan penjelasan/arahan mengenai kegiatan yang akan dilakukan; (4) menginformasikan materi/konsep yang akan digunakan dan kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran; dan(5) menginformasikan kerangka pelajaran.
2.    Presentasi.
Pada fase ini guru dapat menyajikan materi pelajaran baik berupa konsep-konsep maupun keterampilan. Penyajian materi dapat berupa: (1) penyajian materi dalam langkah-langkah kecil sehingga materi dapat dikuasai siswa dalam waktu relatif pendek;(2) pemberian contoh-contoh konsep; (3) pemodelan atau peragaan keterampilan dengan cara demonstrasi atau penjelasan langkah-langkah kerja terhadap tugas; dan (4) menjelaskan ulang hal-hal yang sulit.
3.    Latihan terstruktur.
 Pada fase ini guru memandu siswa untuk melakukan latihan-latihan. Peran guru yang penting dalam fase ini adalah memberikan umpan balik terhadap respon siswa dan memberikan penguatan terhadap respon siswa yang benar dan mengoreksi respon siswa yang salah.
4.    Latihan terbimbing.
Pada fase ini guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih konsep atau keterampilan. Latihan terbimbing ini baik juga digunakan oleh guru untuk mengases/menilai kemampuan siswa untuk melakukan tugasnya. Pada fase ini peran guru adalah memonitor dan memberikan bimbingan jika diperlukan.
5.    Latihan mandiri.
Pada fase ini siswa melakukan kegiatan latihan secara mandiri, fase ini dapat dilalui siswa jika telah menguasai tahap-tahap pengerjaan tugas 85-90% dalam fase bimbingan latihan.
Sedangkan Di lain pihak, Slavin (2003) mengemukakan tujuh langkah dalam sintaks pembelajaran langsung, yaitu sebagai berikut:

1.    Menginformasikan tujuan pembelajaran dan orientasi pelajaran kepada siswa. Dalam tahap ini guru menginformasikan hal-hal yang harus dipelajari dan kinerja siswa yang diharapkan.
2.    Me-review pengetahuan dan keterampilan prasyarat. Dalam tahap ini guru mengajukan pertanyaan untuk mengungkap pengetahuan dan keterampilan yang telah dikuasai siswa.
3.    Menyampaikan materi pelajaran. Dalam fase ini, guru menyampaikan materi, menyajikan informasi, memberikan contoh-contoh, mendemontrasikan konsep dan sebagainya.
4.    Melaksanakan bimbingan. Bimbingan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menilai tingkat pemahaman siswa dan mengoreksi kesalahan konsep.
5.    Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih. Dalam tahap ini, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilannya atau menggunakan informasi baru secara individu atau kelompok.
6.    Menilai kinerja siswa dan memberikan umpan balik. Guru memberikan review terhadap hal-hal yang telah dilakukan siswa, memberikan umpan balik terhadap respon siswa yang benar dan mengulang keterampilan jika diperlukan.
7.    Memberikan latihan mandiri. Dalam tahap ini, guru dapat memberikan tugas-tugas mandiri kepada siswa untuk meningkatkan pemahamannya terhadap materi yang telah mereka pelajari. 

Beberapa situasi yang memungkinkan Model Pembelajaran Direct Instructional cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran:
1.    Ketika guru ingin mengenalkan suatu bidang pembelajaran yang baru dan memberikan garis besar pelajaran dengan mendefinisikan konsep-konsep kunci dan menunjukkan keterkaitan di antara konsep-konsep tersebut.
2.    Ketika guru ingin mengajari siswa suatu keterampilan atau prosedur yang memiliki struktur yang jelas dan pasti.
3.    Ketika subjek pembelajaran yang akan diajarkan cocok untuk dipresentasikan dengan pola penjelasan, pemodelan, pertanyaan, dan penerapan.
4.    Ketika guru ingin menumbuhkan ketertarikan siswa akan suatu topik.
5.    Ketika guru harus menunjukkan teknik atau prosedur-prosedur tertentu sebelum siswa melakukan suatu kegiatan praktik.
6.    Ketika para siswa menghadapi kesulitan yang sama yang dapat diatasi dengan penjelasan yang sangat terstruktur.
7.    Ketika guru ingin menunjukkan sikap dan pendekatan-pedekatan intelektual (misalnya menunjukkan bahwa suatu argumen harus didukung oleh bukti-bukti, atau bahwa suatu penjelajahan ide tidak selalu berujung pada jawaban yang logis)

Daftar Pustaka

Arends, R.I. 2001. Learning to Teach. (New York :Mc graw Hill Companies, Inc)

B. Uno, Hamzah, Model-Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif Dan Efektif, (jakarta: BUMI AKSARA, cet-VIII, 2011), hal, 50

Depdiknas. 2009. Modul KKG/MGMP

Kardi, S. dan Nur M. 2000. Pengajaran Langsung. (Surabaya : Universitas Negeri Surabaya, University Press)

Sujana, Nana dan wari suwariyah, Model-model mengajar CBSA, (Bandung: Sinar Baru, cet-1, 1991 )

Seifert , Kelvin, Manajemen Pembelajaran Dan Intruksi Pendidikan, (jogjakarta: IRCISoD, cet-II, 2007), hal 118

Gambar: essentialeducator.org
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA

Judul : Model Pembelajaran Direct Instructional
Ditulis Oleh : ridwan yahya
Rating Blog : 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://suratanmakna.blogspot.com/2012/02/model-pembelajaran-direct-instructional.html. Sekali lagi terima kasih sudah singgah membaca artikel ini. ^_^

0 Comment/s: