Model Pembelajaran Kooperatif | Suratan Makna

Model Pembelajaran Kooperatif

Posted by ridwan yahya Monday, February 27, 2012 1 Comment/s

A.    Konsep dasar pembelajaran kooperatif
Model pembelajaran kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Ada unsur penting dalam MPK, yaitu: (1). Adanya peserta dalam kelompok, (2). Adanya aturan kelompok, (3). Adanya upaya belajar setiap anggota kelompok, (4). Adanya tujuan yangharus dicapai.  

Peserta adalah siswa yang melakukan proses pembelajaran dalam setiap kelompok belajar. Pengelompokan siswa bisa ditetapkan berdasarkan pendekatan, di antaranya pengelompokan yang didasarkan atas minat dan bakat siswa, pengelompokan yang didasarkan atas campuran baik campuran yang ditinjau dari minat maupun campuran ditinjau dari kemampuan.
Aturan kelompok adalah segala sesuatu yang menjadi kesepakatan dari semua pihak yang terlibat, baik siswa sebagai perserta didik, maupun siswa sebagai anggota kelompok.
Uapaya belajar adalah segala aktivitas siswa untuk meningkatkan kemampuannya yang telah dimiliki maupun meningkatkan kemampuan baru, baik kemampuan dalam aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. 

Aspek tujuan dimaksudkan untuk memberikan arah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Melalui tujuan yang jelas, setiap anggota kelompok dapat memahami sasaran setiap kegiatan balajar. 

Pembelajaran kooperatif merupakan model pembalajaran dengan menggunakan system pengelompokan/tim kecil, yaitu antara empat sampai eman orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, rasa tau seku yang berbeda. Hal yang menarik dari MPK adalah adanya harapan selain memiliki dampak pembelajaran yaitu berupa peningkatan prestasi belajar peserta didik juga mempunyai dampak pengiring seperti relasi social, penerimaan terhadap peserta didik yang dianggap lemah, harga diri, norma akdemik, penghargaan terhadap waktu, dan suka memberi pertolongan pada yang lain.

B.    Karakteristik dan prinsip-prinsip MPK
1.    Karakteristik Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif berbeda dengan strategi pembelajaran yang lain. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari proses pembalajaran yang lebih menekankan kepada proses kerja sama dalam kelompok. Tujuan yang ingin dicapai tidak hanya kemampuan akademik dalam pengertian penguasaan bahan pelajaran tetapi juga adanya unsur kerja sama yang menjadi ciri khas dari pembelajaran kooperatif.
a.    Pembelajran secara tim
Tim merupakan tempat untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu tim harus mampu membuat setiap siswa belajar. Semua anggota tim harus saling membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran.
b.    Didasarkan pada manajemen kooperatif
Sebagaimana pada umumnya, manajemen mempunyai empat fungsi pokok, yaitu fungsi perencanaan, fungsi organisasi, fungsi pelaksanaan,dan fungsi control.
c.    Kemauan untuk bekerja sama
Keberhasilan pembelajaran kooperatif ditentukan oleh keberhasilan secara kelompok. Oleh sebab itu, prinsip kerja sama perlu ditekankan dalam proses pembalajaran kooperatif.
d.    Keterampilan bekerja sama
Kemauan untuk bekerja sama itu kemudian dipraktikkan memlalui aktivitas dan kegiatan yang tergambar dalam keterampilan bekerja sama, dengan demikian siswa perlu didorong untuk mau dan sanggup berinteraksi dan berkomunikasi dengan anggota lain.

2.    Prinsip-Prinsip Pembelajaran Kooperatif
Terdapat empat prinsip dasar pembelajaran kooperatif.
a.    Prinsip ketergantungan positif
Dalam pembalajaran kelompok, keberhasilan suatu penyelesaian tugas sangat tergantung pada usaha yang dilakukan setiap anggota kelompoknya. Oleh sebab itu, perlu disadari oleh setiap anggota kelompok keberhasilan penyelesaian tugas kelompok akan ditentukan oleh kinerja masing-masing anggota. Dengan demikian, semua anggota dalam kelompok akan merasa saling ketergantungan.
b.    Tanggung jawab perseorangan
Keberhasilan kelompok tergantung pada setiap anggotanya, maka setiap kelompok harus memiliki tanggung jawab sesuai tugasnya, setiap anggota harus msmberikan yang terbaik untuk keberhasilan kelompoknya.
c.    Interaksi tatap muka
Interaksi tatap muka akan memberikan pengalaman yang berharga kepada setiap anggota kelompok untuk bekerja sama, menghargai setiap perbedaan, memanfaatkan kelebihan masing-masing anggota, dan mengisi kekurangan masing-masing.
d.    Partisipasi dan komunikasi
Pembalajaran kooperatif  melatih siswa untuk dapat mampu berpartisipasi aktif dan berkomunikasi. Kemampuan ini sangat penting sebagai bekal meraka dalam kehidupan di masyarakat kelak.

C.    Prosedur Pembelajaran Kooperatif
Menurut Slavin (2009) di dalam pembelajaran kooperatif ada lima bentuk model yaitu : (1) penyajian kelas, (2) kegiatan belajar kelompok, (3) tes individual, (4) skor peningkatan individual, (5) pengakuan kelompok. 
Dalam pelaksanannya hendaknya didahulukan dengan informasi mengenai pentingnya materi yang akan dipelajari, tujuan pembelajaran, review singkat tentang pengetahuan prasyarat, dan bentuk kelompok. Setiap tahap akan dijelaskan sebagai berikut:

1.    Penyajian kela
Pada tahap penyajian kelas, guru memulai pembelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa untuk belajar. Tahap ini diikuti dengan penyajian informasi sebagaimana pembelajaran yang berlangsung di kelas konvensional. Pada tahap peyajian ini guru dapat menggunakan berbagai metode atau pendekatan yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan, misalnya dengan sedikit ceramah, tanya jawab, ekspositori, demonstrasi, penghrgaan dan tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan aktivitas secara klasikal.

2.    Belajar kelompok.
Ide utama tahap ini adalah siswa bekerja dan belajar bersama di dalam kelompok. Waktu yang digunakan 2 jam pelajaran. Bahan yang diperlukan adalah dua lembaran kerja dan dua lembaran jawaban untuk setiap kelompok. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota 4-5 orang dalam satu kelompok. Pemilihan anggota kelompok didasarkan pada tes yang dapat dijadikan dasar memilih seperti tes awal atau nilai rapor. Agar diskusi kelompok dapat berjalan dengan lancar maka pemilihan anggota kelompok perlu mempelihatkan kemampuan belajar setiap anggotanya.

3.    Tes Individual
Tes individual adalah tes yang digunakan untuk menguji kinerja unutk setiap siswa. Pada tahap ini siswa tidak diperkenankan untk saling memberitahu ata bekerjasama dengan siswa yang lain. Setiap siswa diharapkan berusaha untuk bertanggungjawab secara individual  untuk menjawab soal tes dan memberikan hasil yang terbaik sebagai kontribusinya kepada kelompok

4.    Memberikan Skor Peningkatan Individual
Pemberian skor peningkatan individual bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi setiap siswa agar dapat menunjukkan gambaran kinerja pencapaian tujuan dari hasil kerja maksimal setiap indiidu yang disumbangkan untuk kelompoknya.
Hasil tes setiap siswa diberikan poin kemajuan yang ditentukan berdasarkan selisih perolehan skor tes terdahulu (skor  tes dasar) dengan skor terbaru. Setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk menyumbangkan skor maksimal bagi kelompoknya.

5.    Pengakuan kelompok
Pengakuan kelompok adalah pemberian predikat kepada masing-masing kelompok. Predikat ini diperoleh dengan melihat skor kemajuan kelompok. Skor kemajan kelompok diperoleh dengan mengumpulkan skor kemajuan masing-masing anggota kelompok. Berdasarkan skor kemajuan kelompok  terebut guru memberikan hadiah (reward) berupa predikat kepada kelompok yang memenuhi kriteria tertentu. Adapun predikat yang mungkin diberikan, yaitu : kelompok sangat baik (super team), kelompok baik (great team), dan kelompok cukup (good team).

D.    Model-model Pembelajaran Kooperatif
Ada beberapa variasai jenis model dalam pembalajaran kooperatif, walaupun prinsip dasar dari pembalajaran ini tidak berubah, diantaranya:
1.    Model Student Teams Achievement Division (STAD)
Model ini dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-teman. Dalam STAD, siswa dibagi menjadi kelompok beranggotakan empat orang yang beragam kemampuan, jenis kelamin, dan sukunya. Jauh lebih Slavin memaparkan bahwa: “gagasan utama di belakang STAD adalah mamacu siswa agar saling mendorong dan membantu satu sama lain untuk menguasai keterampilan yang di ajarkan guru”
Para guru pengguna metode STAD untuk mengajarkan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu, baik melalui pengajian verbal maupun tertulis (Ibrahim, dkk, 2000 : 20).

Kelebihan dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah:
•    Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerjasama dengan siswa lain
•    Siswa dapat menguasai pelajaran yang disampaikan
•    Dalam proses belajar mengajar siswa saling ketergantungan positif 
•    Setiap siswa dapat saling mengisi satu sama lain

2.    Model Jigsaw
Model ini dikembangkan dan diujicoba oleh Ellito Aronson dan teman-temannya. Model jigsaw adalah sebuah model balajar kooperatif yang menitik beratkan pada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil. Dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen kecil. Selanjutnya guru membagi siswa kedalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggung jawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya.
Langkah-langkah model jigsaw dibagi menjadi enam tahapan, yaitu : 
•    Menyampaikan tujuan belajar dan membangkitkan motivasi
•    Menyajikan informasi kepada siswa dengan demonstrasi disertai penjelasan verbal, buku teks, atau bentuk lain
•    Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar
•    Mengelola dan membantu siswa dalam belajar kelompok dan kerja di tempat duduk masing-masin
•    Mengetes penguasaan kelompok atas bahan ajar
•    Pemberian penghargaan atau pengakuan terhadap hasil belajar siswa


DAFTAR PUSTAKA
Lie, Anita (2002). Cooperative Learning: Mempraktikkan Cooperative Learning di ruang-ruang kelas. PT Grasindo: Jakarta
Rusman, (2011).  model-model pembelajaran. PT.Rajagrafindo Persada: Jakarta

Wina sanjaya, 2010, Strategi Pembelajaran. Prenada Media Group: Jakarta
Yamin, Martinis; Ansari, Bansu (2008). Taktik Mengembangkan Kemampuan Individual Siswa. Gaung Persada Press: Jakarta
http://www.sarjanaku.com/2011/01/pembelajaran-kooperatif-tipe-jigsaw.html

Gambar : tepenr06.wordpress.com
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA

Judul : Model Pembelajaran Kooperatif
Ditulis Oleh : ridwan yahya
Rating Blog : 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://suratanmakna.blogspot.com/2012/02/model-pembelajaran-kooperatif.html. Sekali lagi terima kasih sudah singgah membaca artikel ini. ^_^

1 Comment/s:

Agung Car said...

metode yang bagus namun jika pemerintah kerap ganti kurikulum terus harapan SDM yang berkualitas rasanya masih sulit untuk di gapai bangsa ini