Model Pembelajaran Tematik | Suratan Makna

Model Pembelajaran Tematik

Posted by Hyeongnim Wan Monday, February 27, 2012 0 Comment/s

A.    Hakikat Model Pembelajaran
Sebelum kita membahas tentang model pembelajaran, terlebih dahulu akan kita kaji apakah yang dimaksud dengan model? Secara menyeluruh model dimaknakan sebagai suatu obyek atau konsep yang digunakan untuk merepresentasikan sesuatu hal. Sesuatu yang nyata dan dikonversi untuk sebuah bentuk yang lebih komprehensip.

Sedangkan model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, computer, kurikulum, dan lain 

 Adapun soekamto, dkk , mengemukakan maksud dari model pembelajaran adalah : “kerangka konseptual yang melukiskan prosedur dalam sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktifitas belajar mengajar”. 

Ciri-ciri model pengajaran1.    Rasional teoritik logis, dalam model ini guru memandu siswa menguraikan rencana pemecahan masalah menjadi tahap-tahap kegiatan; guru memberi contoh mengenai penggunaan keterampilan dan strategi yang dibutuhkan supaya tugas-tugas tersebut dapat diselesaikan. Guru menciptakan suasana kelas yang fleksibel dan berorientasi pada upaya penyelidikan oleh siswa.

2.    Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai), model-model pembelajaran dapat diklasifikasikan berdasrkan tujuan pembelajarannya, sintaks (pola urutannya) dan sifat lingkungan belajarnya. 

3.    Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil. Sintaks (pola urutan) dari suatu model pembelajaran adalah pola yang menggambarkan urutan alur tahap-tahap keseluruhan yang pada umunnya disetai dengan serangkaian kegiatan pembelajaran. Sintaks dari suatu model pembelajaran tertentu menunjukan dengan jelas kegiatan-kegiatan apa yang harus dilakukan oleh guru atau siswa.

4.    Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai, tiap model pembelajaran membutuhkan system pengelolaan dan lingkungan yang sedikit berbeda.
Selain ciri-ciri khusus pada suatu model pembelajaran, menurut nieveen, suatu model pembelajaran dikatakan baik jika memenuhi criteria yaitu: pertama, sahih (valid), jika 1). Apakah model yang dikembangkan didasarkan pada rasioanl teoritik yang kuat; 2). Apakah terdapat konsistensi internal. Kedua, praktis, jika 1) apa yang dikembangkan dapat diterapkan; 2) kenyataannya bahwa apa yang dikembangkan tersebut dapat diterapkan. Ketiga, efektif, jika 1) ahli dan praktisi berdasar pengalamannya menyatakan bahwa model tersebut efektif; 2) secara oprasional model tersebut memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan.

Arends, menyeleksi enam model pengajaran yang sering dan praktis digunakan guru dalam mengajar, yaitu: presentasi, pengajaran langsung, pengajaran konsep, pembelajaran kooperatif, pengajaran berdasarkan masalah, dan diskusi kelas. Arends dan pakar lain berpendapat, bahwa tidak ada satu model pembelajaran yang paling baik diantara yang lainnya, karena masing-masing model pembelajaran dapat dirasakan baik, apabila telah diuji cobakan untuk mengajarkan materi pelajaran tertentu. Oleh karena itu dari beberapa model pembelajaran yang ada perlu kiranya diseleksi model pembelajaran yang mana yang paling baik untuk mengajarkan suatu materi tertentu.

B.    Hakikat Model Pembelajaran Tematik
1.    Istilah dan pengertian
Pembelajaran Tematik sebagai model pembelajaran termasuk salah satu tipe/jenis daripada model pembelajaran terpadu. Istilah pembelajaran tematik pada dasarnya adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa.

John dewey mengungkapkan bahwa pembelajaran terpadu adalah pendekatan untuk mengembangkan pengetahuan siswa dalam pembentukan pengetahuan berdasarkan pada interaksi dengan dan pengalaman kehidupannya. Menurut. raka joni bahwa pembelajaran terpadu merupakan suatu system pembelajaran yang memungkinkan siswa secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistic, bermakna, dan otentik. 

Lebih lanjut hadi subroto  menegaskan, pembelajaran terpadu adalah pembelajaran yang diawali dengan suatu pokok bahasan atau tema tertentu yang dikaitkan dengan pokok bahasan yang lain, konsep tertentu dikaitkan dengan konsep lain, yang dilakukan secara spontan atau direncanakan, baik dalam satu bidang studi atau lebih, dan dengan beragam pengalaman belajar siswa, maka pembelajaran menjadi lebih bermakna. Maka pada umumnya pembelajaran tematik/terpadu adalah pembelajaran yang menggunakan tema tertentu untuk mengaitkan antara beberapa isi mata pelajaran dengan pengalaman kehidupan nyata sehari-hari siswa sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna bagi siswa.

Keuntungan dari penerapan pembelajaran tematik : pertama, mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. Kedua, siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama. Ketiga, pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. Keempat, kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik. Kelima, Peserta didik lebih mampu merasakan manfaat dan makna belajar. Keenam, siswa lebih bergairah dalam belajar. Ketujuh, guru dapat menghemat waktu dalam mengajar.

Berdasarkan bebagai pengertian tersebut di atas, dapatlah diambil kesimpulan bahwa pembelajaran tematik/terpadu merupakan suatu model pembelajaran yang memadukan beberapa matei pembelajaran dari berbagai standard kompetensi dasar dari satu atau beberapa mata pelajaran. Penerapan pembelajaran ini dapat dilakukan melalui tiga pendekatan yakni penentuan berdasarkan keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar, tema, dan masalah yang dihadapi.
 
2.    Prinsip dasar pembelajaran tematik
Secara umum prinsip-prinsip pembelajaran tematik dapat diklasifikasikan menjadi:
a.    Prinsip penggalian tema. Prinsip ini merupakan prinsip utama (focus) dalam pembelajaran tematik. Artinya tema-tema yang saling tumpang tindih dan ada keterkaitan menjadi target utama dalam pembelajaran.
b.    Prinsip pengelolaan pembelajaran. Pengelolaan pembelajaran dapat optimal apabila guru mampu menempatkan dirinya dalam keseluruhan proses. Artinya, guru harus mampu menempatkan diri sebagai fasilitator dan mediator dalam proses pembelajaran.
c.    Prinsip evaluasi. Evaluasi pada dasarnya menjadi focus dalam setiap kegiatan. Bagaimana suatu kerja dapat diketahui hasilnya apabila tidak dilakukan evaluasi.
d.    Prisip reaksi. Dampak pengiring (nurturant effect) yang penting bagi perilaku secara sadar belum tersentuh oleh guru dalam KBM (kegiatan belajar mengajar). Karena itu guru dituntut agar mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaran sehingga tercapai secara tuntas tujuan-tujuan pembelajaran. Guru harus bereaksi terhadap aksi siswa dalam semua peristiwa serta tidak mengarahkan aspek yang sempit melainkan ke suatu kesatuan yang utuh dan bermakna.

3.    Arti penting pembelajaran tematik
Pembelajaran tematik, sebagai model pembelajaran memiliki arti penting dalam membangun kompetensi peserta didik, antara lain: pertama, pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh pangalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Kedua, pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu. 

 Selain itu juga ada beberapa alasan yang mendasari pembelajaran tematik memiliki arti penting, antara lain: petama, Dunia anak adalah dunia nyata. Kedua, Proses pemahaman anak terhadap suatu konsep dalam suatu peristiwa/obyek lebih terorganisir. Ketiga, Pembelajran akan lebih bermakna. Keempat, Memberi peluang siswa untuk mengembangkan kemampuan diri. Kelima, Memperkuat kemampuan yang diperoleh. Keenam, Efisiensi waktu.
Menurut Kunandar, Pembelajaran tematik mempunyai kelebihan yakni: petama, Menyenangkan karena berangkat dari minat dan kebutuhan peserta didik. Kedua, Memberikan pengalaman dan kegiatan belajar mengajar yang relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik. Ketiga, Hasil belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna. Keempat, Mengembangkan keterampilan berpikir peserta didik sesuai dengan persoalan yang dihadapi. Kelima, Menumbuhkan keterampilan sosial melalui kerja sama. Keenam, Memiliki sikap toleransi, komunikasi dan tanggap terhadap gagasan orang lain. Ketujuh, Menyajikan kegiatan yang bersifat nyata sesuai dengan persoalan yang dihadapi dalam lingkungan peserta didik.

Selain kelebihan di atas pembelajaran tematik memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan pembelajaran tematik tersebut terjadi apabila dilakukan oleh guru tunggal. Misalnya seorang guru kelas kurang menguasai secara mendalam penjabaran tema sehingga dalam pembelajaran tematik akan merasa sulit untuk mengaitkan tema dengan mateti pokok setiap mata pelajaran. Di samping itu, jika skenario pembelajaran tidak menggunakan metode yang inovatif maka pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar tidak akan tercapai karena akan menjadi sebuah narasi yang kering tanpa makna.

4.    Karakteristik pembelajaran tematik
Pembelajaran tematik memiliki beberapa ciri khas, yang telah disebutkan pada kelebihan-kelebihan pembelajaran tematik di atas. Selain itu, sebagai model pembelajaran di sekolah dasar/madrasah ibtida’iyah pembelajaran tematik memiliki karakteristik-karakteristk antara lain: berpusat siswa; memberikan pengalaman langsung; pemisahan mata pelajaran tidak begitu luas; menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran; bersifat fleksibel; hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa; dan menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan .
Selain itu pembelajaran tematik sebagai bagian dari pembelajaran terpadu juga memiliki karakter sebagaimana pembelajaran terpadu. Menurut depdikbud, pembelajaran terpadu sebagai suatu proses mempunyai beberapa karakteristik/ciri-ciri, yaitu: holistic, bermakna, otentik, dan aktif.

C.    Sintaks Model Pembelajaran Tematik
Sintaks pembelajaran tematik pada dasarnya mengikuti langkah-langkah (sintak) pembelajaran terpadu. Secara umum sintaks tersebut mengikuti tahap-tahap yang dilalui dalam setiap model pembeljaran yang meliputi tiga tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Berkaitan dengan itu maka sintaks model pembelajaran tematik dapat direduksi dari berbagai model pembelajaran seperti model pembelajaran langsung (direct intructions), model pembelajran kooperatif (cooperative learning), maupun model pembelajaran berdasarkan masalah (problem based instructions). 

Menurut prabowo, langkah-langkah (sintaks) pembelajran terpadu secara khusus dapat dibuat tersendiri berupa langkah-langkah baru dengan sedikit ada perbedaan yakni sebagai berkut:
1.    Tahap perencanaan
a.    Menentukan jenis mata pelajaran dan jenis keterampilan yang dipadukan. Maksudnya karakteristik mata pelajaran menjadi pijakan untuk kegiatan awal ini.
b.    Memilih kajian materi, standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator. Maksudnya langkah ini akan mengarahkan guru untuk menentukan sub keterampilan dari masing-masing keterampilan yang dapat diintegrasikan dalam satu unit pelajaran.
c.    Menentukan sub keterampilan yang dipadukan. Secara umum keterampilan-keterampilan yang dikuasai meliputi, keterampilan berpikir (thingking skills), keterampilan social, dan keterampilan mengorganisasi, yang masing-masing teridiri atas sub-sub keterampilan.
d.    Merumuskan indikator hasil belajar. Berdasarkan kompetensi dasar dan sub keterampilan yang telah dipilih dirumuskan indikator. Setiap indikator dirumuskan berdasarkan kaedah penulisan yang meliputi: audience (peserta didik), behavior (perilaku yang diharapkan), condition (media/alat) dan degree (jenjang/jumlah).
e.    Menentukan langkah-langkah pembelajaran. Langkah ini diperlukan sebagai strategi guru untuk mengintegrasikan setiap sub keterampilan yang telah dipilih pada setiap langkah pembelajaran.

2.    Tahap pelaksanaan
Prinsip-prinsip utama dalam pelaksanaan pembelajaran terpadu, meliputi: pertama, guru hendaknya tidak menjadi single actor yang mendominasi dalam kegiatan pembelajaran melainkan guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Kedua, pemberian tanggung jawab individu dan kelompok harus jelas. Ketiga, guru perlu akomodatif terhadap ide-ide yang terkadang sama sekali tidak terpikirkan dalam proses perencanaan.
a.    Tahap evaluasi
Tahap evaluasi dapat berupa evaluasi proses pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran. Tahap evaluasi menurut departemen pendidikan nasional, hendaknya meperhatikan prinsip evaluasi pembelajaran terpadu.
a.    Memberikan kesempatan kepada siswa melakukan evaluasi diri disamping bentuk evaluasi lainnya.
b.    Guru perlu mengajak para siswa untuk mengevaluasi perolehan belajar yang telah dicapai berdasarkan kriteria keberhasilan pencapaian tujuan yang akan dicapai.


DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. 2007. Materi Sosialisasi dan Pelatihan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta.
Hadi subroto, Trisnodan ida siti herawati. 2003. pembelajaran terpadu, Jakarta: pusat penerbitan universitas terbuka.
Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru, Jakarta: Rajawali Press.
Trianto. 2012. Mengembangkan Model pembelajaran Tematik, Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
Sukamto, Tutik dkk. 1992. Prinsip Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Pusat Antar Universitas Untuk Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Pembelajaran Dijen Dikti Departemen Pendidikan dan Kebudayan RI.

 Gambar : anneahira.com
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA

Judul : Model Pembelajaran Tematik
Ditulis Oleh : Hyeongnim Wan
Rating Blog : 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://suratanmakna.blogspot.com/2012/02/model-pembelajaran-tematik.html. Sekali lagi terima kasih sudah singgah membaca artikel ini. ^_^

0 Comment/s:

Katakan Saya

Hyeongnim Wan, itulah saya di sini. Biasa dipanggil teman sebagai Yahya. Saya seseorang yang bisa juga dipanggil sebagai seorang blogger, namun tidak sekadar blogger melainkan blogger kader (bukan keder, lho). Karena saya meyakini menjadi seorang blogger pun tidak hanya sekadar nge-blog saja, ada entitas lain yang saya cari. Sesuatu yang menjadikan kegiatan ini tidak bernilai sia-sia. Semoga kumendapatkannya. Saya memulai Blogging sejak tahun 2011 hingga sekarang. Jawa Barat adalah daerah asal di mana saya pernah berada. Dan Saat ini saya adalah mahasiswa di sebuah . . .