Hari Ke 11: Kerja Bakti bersama Warga | Suratan Makna

Hari Ke 11: Kerja Bakti bersama Warga

Posted by ridwan yahya Sunday, February 3, 2013 0 Comment/s


Hari ini warga cukup disibukkan dengan agenda memperbaiki jalanan rusak, tepatnya jalan menanjak yang sering kami singgahi untuk mencari sinyal HP. Di samping jalanan yang menanjak, di sana juga banyak sekali lubang-lubang berbatu yang cukup membahayakan pengendara yang melintasi jalan tersebut. 

Sebelum kami terjun ke lapangan, seperti biasa kami disibukkan oleh urusan pribadi. Ada yang pergi ke tanjakan untuk teleponan, ada yang sibuk di depan laptop, dan ada juga beberapa orang yang lebih memilih tidur-tiduran sambil menunggu tibanya sarapan pagi disiapkan. Sedangkan saya sendiri, satu dari sebelas anggota Pos I memilih untuk melanjutkan tulisan terkait hari kemarin yang belum selesai.

Dua puluh menit setelah sarapan pagi, barulah kami turun ke jalanan untuk kerja bakti bersama warga Dusun Sumber Blimbing yang sudah tiba duluan di lokasi. Dalam pengerjaannya, pertama kami membersihkan lubang-lubang yang tersebar di badan jalan dari batu dan kerikil. Sebagian dari kami melakukannya dengan cara menyapu, sedangkan yang tidak kebagian mendapatkan sapu maka cukup pakai tangan saja. Setelah lubang-lubang di jalanan bersih dari bebatuan, selanjutnya saya dengan yang lainnya harus bolak-balik menyuplai pasir dan koral yang ada di dekat Pos kami. Kerja begini kami lakukan secara bergantian, beberapa orang yang berpasangan mengangkut pasir melalui karung yang dibentangkan oleh dua buah bambu yang dimasukkan ke sisi karungnya. Ada juga yang mengangkutnya dengan menggunakan Artco, yang bebannya terasa lebih berat dibandingkan berdua membawa pasir menggunakan karung tadi. Jelas, ini karena Artco yang dibawa oleh satu orang saja. Tapi, bagi orang sudah biasa bawa beginian, mungkin ini akan terasa biasa saja.

Terhitung ada tiga jam lebih, kami bekerja bakti bersama warga memperbaiki jalanan yang rusak. Sebenarnya jalan yang ada di Dusun Sumber Blimbing ini rata-rata sudah diaspal semua. Namun, karena telah dimakan usia, maka banyak yang mengalami kerusakan semacam lubang-lubang besar  yang mengganggu dan membuat jalan tersebut tampak jelek. Jalanan yang rusak itu, warga tambal dengan campuran semen saja. Bukan dengan aspal yang bisa merogoh kocek lebih banyak lagi, karena terkait dana perbaikan jalan ini, hanya tergantung pada dana warga dusun yang peduli untuk berpartisipasi. Jadi, jangan heran jika tambalannya hanya dengan beberapa sak semen saja. Meskipun ditambal dengan campuran semen, tapi jalanan pun menjadi lebih mulus untuk dilalui.

Akhirnya sebelum Dzuhur tiba, kerja bakti dapat diselesaikan. Mahasiswa KKN yang ikut membantu, langsung pergi meninggalkan jalanan guna membersihkan diri ke kamar mandi yang seketika itu menjadi rebutan mahasiswa untuk mandi. Dalam keadaan tubuh yang segar, waktu shalat dzuhur pun kami lalui dengan tenang. Sebelum makan siang siap, terlihat bagiannya Marhalim, Pa Che, dan Husairi tengah sibuk meracik masakan untuk kami. Setengah jam setelah usainya shalat dzuhur, barulah kami bisa merasakan hidangan makan siang yang cukup mengobati kegundahan perut kami yang habis dikuras pada kerja bakti tadi.

Setelah makan, mayoritas dari kami langsung pergi tidur siang. Hal ini dilakukan dalam rangka membalas aktifitas tadi pagi yang cukup melelahkan dan menguras tenaga. Tiba waktu Ashar, seperti biasa anak-anak TPA sudah stand by di Mushalla mendahului kakak-kakaknya ini. Terhitung ada setiap hari geliat aktifitas sore hari di Mushalla ini tidak pernah libur dari kegiatan mengaji anak-anak. Meskipun begitu, tampak antusiasme anak-anak yang mengaji tidaklah surut sama sekali. Berbeda jika kemarin-kemarin kami mengajar di Surabaya, setiap TPA pasti ada hari liburnya. Terkait murid-muridnya pun kami merasa lebih mudah mengatur anak-anak sini, tidak terlalu banyak membuat keributan sendiri. Lima belas menit sebelum Maghrib, Mushalla pun sepi dari anak-anak TPA yang pulang ke rumahnya masing-masing. Tinggal kami saja yang meramaikannya sekarang, itupun kami dibagi lagi karena ada beberapa orang di antara kami yang mesti ke Mushalla luar guna menghidupkan aktifitas Shalat Fardlu di sana. Terkait Mushalla itu, kami memutuskan sebuah ketetapan baru untuk mengisi Mushalla Baitussalam tersebut yang ada di RT sebelah. Jadi, setiap waktu shalat tiba, maka di antara kami pasti ada yang pergi ke Mushalla sana. 

Ba’da Isya, dua orang yang bertugas mengisi Mushalla tadi kembali pulang ke rumah. Mereka yang datang itu kemudian mengambil jatah makan malamnya yang telah disiapkan sebelum Isya tadi.  Sebelum Hari Ke 11: Kerja Bakti bersama Warga kami akhiri, kebanyakan dari kami pergi silaturahmi ke rumah tetangga yang sudah akrab-akrab dengan kami. []
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA

Judul : Hari Ke 11: Kerja Bakti bersama Warga
Ditulis Oleh : ridwan yahya
Rating Blog : 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://suratanmakna.blogspot.com/2013/02/hari-ke-11-kerja-bakti-bersama-warga.html. Sekali lagi terima kasih sudah singgah membaca artikel ini. ^_^

0 Comment/s: