Hari Ke 7: Panen Kacang | Suratan Makna

Hari Ke 7: Panen Kacang

Posted by ridwan yahya Saturday, February 2, 2013 2 Comment/s

Terkait hari ini, Pak Ketua membagi anggotanya menjadi 3 bagian. Yang pertama, piket masak dan kebersihan rumah tetap tinggal dan fokus mengurusi rumah. Kedua, bagian saya dan Zakir yang mesti membantu Pak Tarmin mengecor di depan rumah. Bagi saya mengecor ini sesuatu yang menantang bagi saya, karena saya sendiri kurang ada pengalaman sebelumnya terkait aktifitas ini. Ketiga, lima orang sisanya mesti pergi ke ladang-ladang membantu siapapun warga yang ditemui di ladangnya. Pak ketua menegaskan agar ketika kita pergi ke ladang tidak selalu pergi ke tempat yang sama atau kebun yang itu-itu saja.

Ba’da shubuh kami bersiap-siap menjalankan apa yang dikomandokan oleh Irsyad, yang bagian piket masak dan kebersihan rumah sudah sibuk duluan menyiapkan nasi untuk sarapan kami. Sedangkan yang lain, persiapan mereka masih terbilang santai-santai saja karena rata-rata semua kegiatan dilakukan setelah makan pagi. Beda lagi dengan Irsyad yang sudah siap-siap pergi ke Kepanjen, bilangnya mau follow-up kerjasama dengan pemerintah sana terkait acara pengobatan gratis yang akan segera dilaksanakan. Dan kebetulan dia adalah panitia intinya. 

Kali ini yang bagiannya masak baru bisa menyiapkan sarapan jam tujuh lebih 10 menit, beda dengan hari-hari biasanya yang sudah siap pada jam tujuh kurang dua puluh menit saja. Alasan jelasnya saya kurang tahu kenapa. Apakah karena nasinya telat? Tidak. Apa mungkin mereka masak menu spesial? Mana ada,  sarapan pagi yang mereka siapkan gak ada bedanya dengan yang lain. Biasa-biasa saja. Namun, baiklah kami tetap mensyukurinya. 

Setengah jam kemudian, semua urusan makan sudah terselesaikan. Selanjutnya, kami siap-siap menempati pos kami yang telah ditentukan. Bagian saya dengan Zakir menunggu dimulainya proyek ngecor kamar mandi yang dimulai oleh Pak Tarmin, namun dalam penantian kami berdua tiba-tiba Yasin mengajak kami ke ladang dan bilang bahwa ngecor nggak jadi, Pak Tarminnya saja pergi ke ladang. Ya, sudah. Kami pun langsung bangkit dari tempat duduk, terus ganti baju lalu pergi bareng-bareng ke ladang. 

Kali ini kami hendak menuju ke sebuah ladang yang belum pernah saya singgahi, tapi kalau lewat mungkin pernah, saat kami membantu warga mengerjakan mega proyek tandon yang ada di atas bukit. Di ladang ini, sang pemilik meminta kami untuk membantunya panen kacang tanah. Di tengah perjalanan menuju ladang, kami temui bapak-bapak yang lagi sibuk mengurusi kambing yang baru selesai dieksekusi. Di antara bapak-bapak itu ada Pak Tarmin yang terlibat langsung mengurusi kambing nahas tersebut. 

Sepuluh menit kemudian kami pun tiba di ladang Ibu yang kami belum tahu namanya tersebut. Padahal, sering sekali kami menemuinya. Saya sendiri tanya ke teman-teman, mereka juga malah nggak tahu. Setibanya itu, saya, Zakir, Rauf, Umam, dan Basirun dengan nafsunya mencabuti tanaman kacang yang kebanyakan sudah matang tersebut. Karena saking nafsunya, Zakir malah sempat salah cabut. Tapi, maklum sih, cabutan pertama. Mungkin, yang pertama itu dia memang belum bisa membedakan mana tanaman kacang yang dimaksud.

Terhitung ada sejam lebih kami habiskan waktu di sana. Di tengah kekhusyuan kami yang lagi serius mencabuti kacang tersebut, tiba-tiba Bapak pemilik kebun menawari kami kelapa muda miliknya yang masih nangkring di pohon. Baiklah, karena ada Rauf kami pun terima tawaran Bapak tadi. Dan dengan senang hati pula Rauf bersedia kami andalkan. Namun, sayang Rauf tidak terlalu mahir dalam memilih kelapa yang masih muda. Karena, terlihat dari buah kelapa yang dipetik masih dapat yang tua juga.

Setelah makan kelapa muda, kemudian Bapak menawari kami makan kacang bakar. Bagi saya kacang bakar tersebut adalah sesuatu yang baru, saya baru menikmatinya di kebun itu. Kali ini Bapak yang bertindak sendiri membakar kacang tanah yang masih mengikat dengan tumbuhannya, jika kacang-kacang tersebut terlepas atau jatuh-jatuh maka berarti kacang tersebut matang dan sudah siap disantap. Saat kacang tanah tersebut masak dan siap dimakan, warna aslinya berubah menjadi hitam dan menyatu dengan dedaunan yang terbakar. Kami yang hendak makannya pun harus rela hitam-hitaman dengan kacang tersebut. Karena banyaknya kacang yang dibakar, maka kacang pun kami bungkus dan dibawa pulang ke rumah. Selain itu, kami juga membawa dua karung kacang tanah lainnya yang dibawa pulang  ke rumah Ibu. Terkait kacang tanah tersebut, sebenarnya belum waktunya untuk dipanen. Namun, Bapak pemilik kebun tersebut rela demi kami yang kemungkinan hanya sekali berada di kampungnya. Oleh karena itu, beliau bersedia menunjukkan aktifitas panen kacang tanah yang meskipun belum pada saatnya.

Sepulang dari kebun, saya langsung meluncur ke kamar mandi guna membersihkan diri. Karena, sebagaimana biasa sehabis dari kebun badan selalu menjadi gatal-gatal.  Setelah mandi, waktu pas menunjukan shalat dzuhur dengan keadaan tubuh yang terasa lebih segar dari pada sebelumnya. Beranjak ke waktu makan, lagi-lagi yang bagian piket ini telat menyiapkan. Terlalu berlarut-larut mengurusi urusannya di dapur. 

Ada waktu dua jam sebelum Ashar tiba, namun mood lagi malas beraktifitas yang menguras tenaga dan pikiran saya. Sehingga, yang tadinya berencana memanfaatkan waktu siang itu dengan menulis, malah tidak jadi. Sedangka, yang lain sibuk menyiapkan laporan kegiatan KKN per satu minggu yang akan dikumpulkan besoknya. Katanya, dari Surabaya akan ada dua orang dosen pembina lapangan yang datang ke setiap Pos KKN guna memantau perkembangan kegiatan kami di sini. Oleh, karena itu sebaik mungkin kami menyiapkan laporan tersebut yang nantinya akan diserahkan dan disahkan oleh beliau-beliau itu.

Ba’da Ashar, geliat aktifitas yang paling ramai berlangsung di Mushalla. Seperti biasanya di sana anak-anak belajar dan mengaji al-Qur’an dengan antusias sekali, menurut saya itu terjadi karena mereka merasakan suasana baru yang menampilkan sosok-sosok pengajar yang berbeda dari sebelumnya. Di tempat lain, sebagian dari pada kami aktif membantu Pak Tarmin mengerjakan proyek pembangunan kamar mandi yang beberapa hari kemarin sempat tertunda. 

Menjelang Maghrib, Pak Kamis, Ketua KKN kami datang dengan motor sekretariatnya. Kedatangan beliau ke Pos I guna menindaklanjuti semua program-program yang telah dicanangkan pada jauh-jauh hari sebelumnya. Pak Kamis beruntung sekali datang ke sini –seakan-akan beliau mempunyai kesaktian mencium bau makanan dari jarak jauh– malam hari menjelang Isyanya beliau ikut beserta kami ke sebuah pengajian yang di dalamnya menyuguhkan berbagai macam hidangan makanan yang banyak sekali. Setiap menu yang disajikan tidak luput dari daging di dalamnya, entah daging ayam ataupun daging kambing. Royalnya acara malam itu tidak sebatas sajian makanan yang dihidangkan di tengah-tengah acara saja, namun saat acara mau selesai pun setiap tamu diberi satu keranjang makanan dengan porsi yang besar sekali. Kontan, Pak Kamis pun merasa beruntung, bahagia dan sejahtera berada di Pos kami. 

Usai pengajian itu, Pak kamis pun pulang kembali ke sekretariat yang kali ini dia ditemani oleh Umam dan Yohan yang hendak menghadiri rapat koordinasi di tempat tersebut. Sekembalinya Umam dan Yohan dari rapat, waktu telah menunjukkan jam setengah sebelas malam yang saatnya bagi kami semua penghuni Pos I untuk istirahat dan menutup rangkaian acara pada Hari Ke 7: Panen Kacang ini . []
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA

Judul : Hari Ke 7: Panen Kacang
Ditulis Oleh : ridwan yahya
Rating Blog : 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://suratanmakna.blogspot.com/2013/02/hari-ke-7-panen-kacang.html. Sekali lagi terima kasih sudah singgah membaca artikel ini. ^_^

2 Comment/s:

yousake said...

wah.. kunjungan perdana nih mas..
salam kenal ya

bpk muliadi said...

KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.

KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.


KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.